Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Kadisbudpar Sumut Akui FDT Dipaksakan

Tanah Karo Tuan Rumah Festival Danau Toba 2015

* Direncanakan Dibuka dan Dihadiri 4 Menteri
- Selasa, 17 November 2015 19:18 WIB
435 view
Tanah Karo Tuan Rumah Festival Danau Toba 2015
SIB/Marlinto Sihotang SPd
KONFERENSI: Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemprovsu Muchlis didampingi Asisten Pemerintahan Kab Karo Suang Karo Karo, Kadis Pariwisata Karo Dinasty, N Sianturi dalam konferensi pers di kantor Bupati Karo Senin (16/11).
Tanah Karo (SIB)- Kabupaten Karo menjadi tuan rumah Festival Danau Toba (FDT) yang akan dilaksanakan 19-22 Nopember 2015. Hal ini dikatakan Kadis Pariwisata Sumut melalui Kabid Pemasaran Muchlis, didampingi Asisten Pemerintahan Kab Karo Suang Karo Karo, Kadis Pariwisata Karo Dinasty Sitepu, Sekretaris panitia N Sianturi dari Bappeda Karo dalam konferensi pers di kantor Bupati Kabupaten Karo, Senin (16/11).

Menurutnya, pelaksanaan FDT di Karo kali ini merupakan ke 3 kali setelah sebelumnya FDT digelar di Samosir, dan di Balige Toba Samosir. Tujuan utama dilaksanakannya pesta ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa di seputar Danau Toba begitu banyak objek wisata yang mempesona yang dapat dikunjungi dan dinikmati, ditambah lagi dengan adat dan budaya yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke sekitar  Danau Toba khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya.

Pelaksanaan FDT di Kabupaten Karo, kata Muchlis untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke daerah Karo yang mulai menurun akibat erupsi Gunung Sinabung yang berkepanjangan  dan belum berujung. "Kita harus katakan kepada dunia, bahwa Karo aman dikunjungi, walau terjadi erupsi Gunung Sinabung. Sebab zona merah sudah ditentukan dan diportal, selagi kita tidak memasuki zona merah, kita aman di Karo," tegasnya.

FDT direncanakan dihadiri 4 menteri namun yang sudah konfirmasi dapat hadir hingga berita ini diturunkan masih hanya Menteri Pariwisata  Arif Yahya, jelas Muchlis.

Serangkaian acara dalam pesta FDT tersebut yakni karnaval ulos Batak Toba, Karo, Dairi dan Simalungun, sado hias, Gundala-gundala yang merupakan khas Karo, pameran pariwisata ekonomi kreatif dan pengenalan Kaldera Geopark Toba. Selanjutnya adanya pagelaran seni dan budaya  yang akan mengisi acara setiap malamnya di Berastagi.

Selain itu dilakukan juga berbagai lomba seperti renang, lomba tenun, vocal solo, fashion dari 4 etnis sub suku Batak, lomba tour de Sinabung menggunakan sepeda. Yang lebih menarik adalah lomba mendesain logo Kaldera Toba yang memang belum memiliki logo resmi. Pemenang akan dijadikan logo Taman Kaldera Toba  yang akan didaftarkan di GGN UNESCO.

Diharapkan, melalui kegiatan yang didanai dari APBN dan APBD Pemprovsu ini, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke sekitar Danau Toba khususnya dan Sumatera Utara umumnya. Kemudian diminta kepada ketujuh kabupaten di sekitar Danau Toba memberikan kontribusi, berperan dan mendukung acara. "Mari kita sukseskan FDT ini, sehingga sektor pariwisata kita semakin meningkat," katanya.

Dipaksakan

Festival Danau Toba (FDT) 2015 yang akan digelar di Kabupaten Karo, 19-22 November 2015, diakui Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut, Elisa Marbun memang dipaksakan. Sebab, Kabupaten Samosir yang sebelumnya diharapkan menjadi penyelenggara menolak karena tidak siap. Akibatnya, jadwal diundur sehingga penyelenggaraan diakui bakal asal jadi.

"Kalau dibilang dipaksakan memang ke situlah, tapi ini kan karena evennya sudah terjadwal di Kementerian Pariwisata, makanya kita pemerintah daerah mau nggak mau harus siap karena Menpar meminta even ini tidak bisa ditunda," ujar Kadisbudpar Sumut, Elisa Marbun dalam jumpa persnya di Hotel Polonia Medan, Senin (16/11).

Karena itulah, kata Elisa pihaknya tetap menyelenggarakan FDT dengan kemampuan terbatas. "Makanya tahun depan kita harapkan FDT ini tidak lagi asal jadi," terangnya.

Sejak tahun 2013, lanjutnya, ketika FDT dikelola Kementerian Pariwisata, tujuh kabupaten/kota di Sumut diminta terlibat sebagai penyelenggara, namun daerah yang memiliki akomodasi yang cukup saat ini yakni Simalungun, Tobasa dan Tanah Karo. "Kabupaten Karo juga tidak punya anggaran untuk penyelenggaraan ini, anggarannya dari Kementerian Pariwisata Rp1,4 miliar dan dari anggaran Pemprovsu Rp2 miliar. Jadi total anggaran untuk penyelenggaraan FDT Rp3,4 miliar," kata Elisa.

Dia  mengakui kalau sosialisasi yang dilakukan pihaknya terkesan minim. "Makanya untuk even tahun depan sudah kita siapkan promosinya, bahkan sudah ada beberapa bilboard yang sudah kita sewa tahun depan untuk melakukan promosi, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik," terangnya.

Untuk tahun ini, kata dia, pihak Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Solu Bolon, Binaraga, Paduan Suara juga Geopark Heroes. Sedangkan, even yang digelar Provinsi Sumut seperti Vokal Solo, karnaval ulos, atraksi seni budaya 4 puak yakni Toba, Simalungun, Pakpak dan Karo. Selain itu juga digelar fashion etnik, seminar geopark Kaldera toba juga hosted dinner.

Untuk pembukaan pada 19 November nanti, kata dia,  akan dibuka oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya.

Menteri Pariwisata kata Elisa, sebelum membuka FDT, akan terlebih dahulu mengunjungi pengungsi Sinabung. Sedangkan untuk penyelenggaraan di Kabupaten Karo ini,  Pemprovsu sebelumnya sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemkab Karo sehingga lokasi penyelenggaraan digelar di zona aman erupsi. "Karo masih termasuk kawasan Danau Toba makanya kita gelar di Karo sekaligus kita ingin mengangkat wisata Sinabung," jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Program Disbudpar Sumut, Debbie R Panjaitan mengatakan, dalam FDT tahun ini juga digelar Geopark Heroes yakni sosok pribadi yang dianggap telah melindungi keragaman bumi dan melakukan konservasi lingkungan. "Hingga saat ini ada empat daerah yang sudah mengusulkan untuk sosok Geopark Heroes yakni Taput, Samosir, Humbahas dan Tobasa," terang Debbie.

Dikatakan Debbie, tahun 2014 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 270 ribu dengan jumlah perolehan PAD sebesar Rp4,2 triliun. Sedangkan untuk tahun ini hingga data September, jumlah wisatawan mancanegara sudah mencapai sebanyak 171 ribu dengan perolehan PAD Rp2,6 triliun. (Dik-MAS/BR2/A14/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru