Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Langkat Butuh 512 Ton Benih Padi Unggul Setiap Tahun

* Antisipasi Kelangkaan Distan Lakukan Program Penangkaran Bantuan APBN 30 Ha
- Kamis, 19 November 2015 18:45 WIB
194 view
Langkat Butuh 512 Ton Benih Padi Unggul Setiap Tahun
Langkat (SIB)- Untuk menghindari kelangkaan benih dan menghindari persemaian benih padi turunan di Langkat, dari target tanam 2015 seluas 82.766 Ha membutuhkan 512 ton benih padi unggul setiap tahunnya.

“Kelangkaan itu terjadi karena pasokan benih tidak mencukupi sesuai luas areal maupun pola tanam petani,” sebut Plt Kadis Pertanian Nur Supandi yang dihubungi SIB via telepon selularnya, Rabu (18/11).

Diakuinya, untuk mengantisipasi kerugian akan sulitnya benih unggul, sejumlah petani terpaksa melakukan persemaian benih padi unggul hasil panen tahun sebelumnya. Nur Supandi tidak mengetahui jelas alasan kelangkaan benih dari pemasok benih yang selama ini ditangani pihak BUMN tersebut.     
      
Namun Nur Supandi tidak menampik, sejak tahun 2015 petani mengalami kesulitan membeli atau memperoleh benih padi unggul yang diharapkan. Dengan kondisi itu, para petani akhirnya tetap melakukan persemaian benih dari hasil panen padi unggul turunan, katanya. 

Sebagai upaya mengatasi kelangkaan tersebut, Plt Kadis Pertanian mengaku sejak 2015 lalu, pihaknya memperoleh bantuan program penangkaran benih bersumber dari APBN 2015 yang diharapkan menjadi benih pada tanam tahun 2016. Sedangkan hasil penangkaran benih akan diketahui Desember 2015 mendatang.

Adapun program bantuan pusat yakni Kegiatan Desa Mandiri yang di plot 5 kecamatan Kabupaten Langkat dengan lahan milik petani seluas 30 Ha. Melalui upaya ini, kelangkaan benih petani nantinya akan terbantu. Walaupun dari luasan target tersebut belum maksimal untuk dapat membutuhi pasokan benih petani.

Dari  target luas 30 Ha nantinya diharapkan mampu memproduksi  150 ton benih atau setiap hektar lahan penangkaran menghasilkan  5 ton benih padi.
Sedangkan untuk memenuhi benih sesuai standart, pihak petani akan diawasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi. Lima lokasi peroleh bantuan pusat yakni Kec Sirapit, Sei Bingai, Wampu  Tanjung Pura dan Kec Babalan, sebut Nur Supandi.

Menyinggung keluhan petani berupa pupuk bersubsidi yang terkadang menjadi kendala petani  akhir-akhir ini, Nur Supandi menyebut kelangkaan tersebut umumnya disebabkan sistem manajemen pembelian pupuk maupun pola tanam padi oleh petani yang saat ini mencapai 3 kali tanam dalam setahun, katanya. (B03/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru