Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Korban Penganiayaan di Desa Berua Nias Kecewa, Polsek Belum Tangkap Pelaku

- Jumat, 20 November 2015 18:44 WIB
368 view
Korban Penganiayaan di Desa Berua Nias Kecewa, Polsek Belum Tangkap Pelaku
Gunungsitoli (SIB)- Korban penganiayaan  Meliyusu Gea (19 ) warga Desa  Berua Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias  kecewa terhadap Kapolsek Tuhemberua yang belum menangkap pelaku yang saat itu berada di acara pesta pernikahan di Desa Berua Kecamatan Namohalu Esiwa Kamis (19/11).

Timbulnya kekecewaan terhadap Polsek Tuhemberua  karena setelah melapor ke Polres Nias  9 Oktober 2015 sesuai No.LP/325/X/2015/NS Tgl 9 Oktober 2015, setelah penganiayaan 8 Oktober 2015 dengan pelaku bernisial RDG dan SG Penduduk Desa Berua Kecamatan Namohalu Esiwa Kab.Nias Utara, tidak juga ditangkap.

Setelah diterima laporan Kapolres Nias melimpahkan kasus tersebut ke Polsek Tuhemberua untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku. Sementara saksi  sudah dimintai keterangannya oleh Reskrim Polsek Tuhemberua.

Tetapi Polsek menyuruh korban untuk memberi informasi di mana mereka berada supaya anggota Polsek dapat menangkap pelakunya.

Pada Kamis, korban mendatangi kantor Polsek Tuhemberua memberitahu bahwa pelaku ada di rumahnya saat ini karena ada pesta perkawinan saudaranya.
Namun Kapolsek mengatakan kepada korban siapa yang memberi jaminan keamanan, bila ada jaminan pihaknya siap. Tetapi korban menjawab kenapa dirinya yang memberi jaminan keamanan sementara mereka  petugas  keamanan. Akhirnya tidak ada respon Polisi untuk menangkap pelaku sehingga keluarga korban  Odaligo Gea mendatangi kantor SIB di Jalan Diponegoro menyampaikan keluhan dan  kekecewaannya atas perilaku petugas di Polsek Tuhemberua, Kamis (19/11).

Ketika  Kapolsek Tuhemberua  AKP Gatimbowo Gea dikonfirmasi SIB  apakah benar ada kasus penganiayaan dan sepeda motor korban juga sudah dibakar.
Kapolsek membenarkan adanya kasus penganiayaan,dan alasan tidak menangkap pelaku karena orang pada pesta itu banyak sehingga takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena tenaga hanya 5 orang, katanya.

Ketika ditanya  apakah sudah ditetapkan tersangka, dijawab sudah ditetapkan tersangkanya tetapi kita sudah minta korban agar memantau pelaku  agar ditangkap katanya melalui telepon seluler. (A31/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru