Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Pemerintah Siapkan Rp80 Miliar Bangun Irigasi Sitangkurak di Tapteng

- Sabtu, 21 November 2015 22:55 WIB
301 view
Pemerintah Siapkan Rp80 Miliar Bangun Irigasi Sitangkurak di Tapteng
Tapteng (SIB)- Seratusan lebih kepala keluarga berbahagia mendengar berita akan dibangunnya daerah irigasi Sitangkurak di Desa Sirami-ramian, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah (Tapteng), 2015 ini.  Bendungan berkapasitas besar yang  mampu  mengairi 1.050 hektare areal persawahan di Kecamatan Andam Dewi, Barus Utara dan Barus itu sudah lama tidak berfungsi karena rusak dihantam banjir sejak 2011 lalu.

Setelah lebih 4 tahun menanti, ratusan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari pertanian bisa bernapas lega. Proyek prestisius  multi years senilai Rp 81 miliar yang ditangani Balai Wilayah Sungai II Irigasi dan Rawa III Kementerian PU Pera itu direncanakan pengerjaannya, 25 November 2015 dengan peletakan batu pertama dilakukan Ketua DPD RI Irman Gusman, anggota DPD Parlindungan Purba dan Plt.Bupati Tapteng Sukran J Tanjung.

Kunjungan kerja  anggota DPD itu tidak terlepas dari komunikasi yang baik dengan Plt Bupati Tapteng, termasuk mendorong pemerintah pusat supaya menampung anggarannya lewat kementerian terkait. Plt Bupati sendiri terlihat tidak mengenal lelah melakukan lobi lewat koneksinya supaya pembangunan di Tapteng bisa berjalan. "Pembangunan Irigasi Sitangkurak tidak terlepas dari peran Plt Bupati yang terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak," tukas Kepala Bappeda Basiry Nasution melalui Sekretaris Gumianto Simangunsong di Pandan, Jumat (20/11).

Kehadiran pejabat negara itu akan disambut iring-iringan petani dari Desa Sirami-ramian hingga ke lokasi irigasi. Menurut Gumianto, masyarakat berinisiatif sendiri menyambut Bupati dan Ketua DPD bersama rombongan saat groundbreaking bendungan Irigasi Sitangkurak. "Mau kita sih sederhana saja, tetapi setelah koordinasi dengan Camat ternyata sambutan masyarakat cukup antusias, hal itu juga sudah disampaikan ke Bupati dan disambut baik," katanya.

Namun, ucap Gumianto, acaranya tetap dikemas sesederhana mungkin meski memang ada budaya tradisional seperti rencana penyajian "itak gurgur" yang biasa dilaksanakan dalam peletakan batu pertama yang tujuannya supaya apa yang kita kerjakan membuahkan rasa manis di kemudian hari.

Memang, pasca rusaknya Irigasi Sitangkurak, masyarakat disana sangat kewalahan dalam mengelola persawahan. Berbagai upaya juga sudah dilakukan, seperti gotong royong bersama Pemkab Tapteng dan TNI dari Kodim 0211/TT dengan membuat bronjong, tetapi upaya tersebut tidak bertahan lama karena derasnya arus sungai kalau banjir. Sehingga tidak berlebihan kalau masyarakat menyambut antusias rencana pembangunan permanen bendungan Irigasi sitangkurak oleh pemerintah. Masa kerja proyek tersebut berlangsung 750 hari kalender mulai 3 November 2015 - 21 Desember 2017, dengan kontraktor PT Hariara. (E05/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru