Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Pemkab Dairi Bangun Taman Firdaus Berbiaya Rp 11 Milliar Lebih di Kawasan TWI Sitinjo

- Selasa, 24 November 2015 18:43 WIB
1.097 view
Pemkab Dairi Bangun Taman Firdaus Berbiaya Rp 11 Milliar Lebih di Kawasan TWI Sitinjo
SIB/Tulus Tarihoran
PATUNG ADAM DAN HAWA: Tampak peranca bangunan patung Adam dan Hawa yang berada di Taman Firdaus, foto dipetik, Senin (23/11) di kawasan TWI Sitinjo.
Sidikalang (SIB)- Pemkab Dairi melalui Dinas Disbudparpora membangun taman Firdaus untuk meningkatkan pariwisata di Dairi. Taman Firdaus dibangun dengan biaya Rp11 milliar lebih bersumber dari APBD dengan dua tahap.

“Tahap pertama dana dialokasikan Rp 2,3 milliar bersumber dari APBD 2015, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 9 milliar dari APBD 2016,” kata Kabid Pariwisata Dairi, Janiah Kudadiri, Senin (23/11) di Taman Wisata Iman Sitinjo.

Taman Firdaus dibangun menggambarkan apa yang tertulis di perjanjian lama dalam Alkitab. Taman Firdaus terdiri dari patung Adam dan Hawa, patung ular, kolam, dan lima buah sungai, dan beraneka jenis tanaman, sehingga menggambarkan tempat yang sejuk dan indah. Taman tersebut ditempatkan di lokasi alami yang berada di kawasan taman wisata iman (TWI) Sitinjo.

“Taman ini dibangun untuk meningkatkan fasilitas pariwisata dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Dengan adanya taman tersebut, pengunjung tidak merasa bosan datang ke TWI,” ucap Janiah.

Selain itu, lanjut Janiah, untuk meningkatkan pengunjung ke TWI, pihaknya juga melakukan pemugaran patung, jalan setapak. Dana pemugaran bersumber dari P-APBD 2015, untuk pemugaran patung Rp 170 juta, sedangkan jalan setapak Rp 193 juta.

Janiah menyebutkan, hingga akhir Oktober 2015 pengunjung mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Biarpun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, masih ada rasa pesimis dengan target yang begitu besar, sebab, sebelumnya target tersebut sudah sekalian dari retribusi objek wisata Tao Silalahi. Pada hal sejak Februari lalu, penerimaan retribusi di Tao Silalahi sudah tidak ada lagi,” sebut Janiah. (Dik-TPT/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru