Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Produksi Jagung dan Padi di Karo Capai Target

- Jumat, 27 November 2015 17:52 WIB
767 view
Produksi Jagung dan Padi di Karo Capai Target
SIB/Alexander Hr Ginting
PANEN. Masyarakat desa Batukarang saat panen padi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Danramil Tiganderket, PLt Kadis Pertanian Munarta Ginting dan unsur pimpinan Muspika belum lama ini di persawahan Batukarang.
T Karo (SIB)- Produksi tanaman padi dan jagung musim tanam 2015 di Tanah Karo dipastikan dapat mencapai target swasembada pangan. Hingga Oktober 2015, produksi jagung telah mencapai  496.860 ton dari luas areal 74.817 hektar (ha). Sedangkan panen Nopember-Desember 2015 berkisar 500 ha dengan produksi, 6,8 kwintal, bertambah produksi berkisar 3,4 ton atau total 2015 berkisar  500.860 ton. Sedangkan produksi 2014 dengan luas areal tanam 654.346 ha dengan produksi 413.346 ton mengalami peningkatan berkisar 100 ton lebih, walaupun mengalami luas areal panen berkisar 10 ribu ha.
Demikian dikatakan PLt Kadis Pertanian Karo, Munarta Ginting kepada SIB, Kamis (26/11) disela-sela kunjungan kerja ke Desa Lingga Kecamatan Simpangempat.

Demikian juga produksi padi juga mengalami peningkatan produksi. Hingga Oktober 2015 produksi mencapai 128,015 ton dengan luas areal panen 22.603 ha , bertambah dibandingkan 2014 dengan produksi 109.683 ton dengan luas areal tanam 23.042 ha. Kedua produksi sektor hortikultura unggulan saat ini di Karo mencapai target swasembada pangan. Target swasembada pangan jagung 2015 420.199 ton dan tercapai 500 ton lebih. Sedangkan target swasembada padi 2015 berjumlah 154.570 ton dan tercapai 128,015 ton. Belum termasuk tambahan produksi bulan Nopember dan Desember 2015, kata Munarta.

Disinggung tentang peningkatan produksi kedua jenis tanaman ini,  dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Munarta mengaku disebabkan peralihan minat tanam masyarakat, terutama tanaman jagung dan padi dibudidayakan warga di luar zona terkena abu erupsi Sinabung di wilayah Laubaleng, Tigabinanga, Juhar, Munte dan lainnya. “Memang sebagian wilayah Batukarang Kecamatan Payung  berada di kawasan Gunung Sinabung”, jelas Munarta.
Belum disentuh perbaikan

Demikian juga ketika disinggung, tentang perbaikan puluhan ribu hektar lahan pertanian  yang rusak di zona merah Gunung Sinabung, diakui Munar belum ada. Disamping saat ini kawasan tersebut masih status zona merah, dimana penanganannya dilakukan pihak pemerintah pusat melalui Departemen terkait. Memang itu janji pemerintah pusat selama meninjau kawasan lahan pertanian yang rusak saat berkunjung beberapa waktu yang lalu.

“Resiko terlalu berat, sebab, erupsi Sinabung masih tetap berlangsung walaupun tidak sedasyat erupsi masa-masa silam. Bupati Karo Terkelin Brahmana tetap mengingatkan itu kepada Departemen terkait di Jakarta. Tapi status kawasan itu masih zona merah, menjadi alasan pemerintah pusat belum dapat melakukan perbaikan atau memberikan bantuan kepada masyarakat pemilik lahan pertanian yang porak-poranda terkena abu erupsi Sinabung,” ujar Munarta. (BR2/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru