Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Ribuan Hektar Lahan Persawahan Beralih Fungsi di Huta Bayu Raja Simalungun

- Sabtu, 28 November 2015 19:52 WIB
259 view
Ribuan Hektar Lahan Persawahan Beralih Fungsi di Huta Bayu Raja Simalungun
Simalungun (SIB)- Ribuan hektar lahan persawahan beralih fungsi di Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun. Cukup banyak petani lebih tegiur untuk menanam ubi, jagung bahkan kelapa sawit.

"Pemerintah sudah kecolongan. Program ketahanan pangan tidak berjalan di kampung kami ini. Petani lebih suka menanam ubi, jagung dan lainnya dibanding menanam padi," kata Saut Tampubolon di Dusun Patung, Desa Pulo Bayu, Huta Bayu Raja, Jumat (27/11).

Hal itu juga dibenarkan petani lainnya, Demak Nadapdap. Menurut mereka, ada puluhan hektar  lahan persawahan di Huta Bayu Raja yang sekarang sudah sepertiga  beralih fungsi.

"1 Ha lahan sawah saya telah berobah menjadi tanaman ubi. Kalau keluarga kami tetap bertahan menanam padi kemungkinan utang keluarga tidak terbayar. Tapi setelah menanam ubi, masyarakat semakin sejahtera," ujar Saut.

Ia merinci, 1 Ha lahan padi sawah dapat menghasilkan 7 ton gabah dan bila dinominalkan menjadi uang Rp 28 juta. Itu belum termasuk untung bersih karena masih diperlukan biaya perawatan Rp 15 juta. Jadi laba bersih kisaran hanya Rp 13 juta.

Paling dikesalkan mereka, setiap panen raya harga gabah selalu anjlok yang diduga akibat permainan tengkulak. Belum lagi harga pupuk, obat-obatan dan pupuk yang terlalu mahal.

"Kalau semua itu dapat dikordinir dan harga padi tetap menguntungkan petani maka para petani pasti mau kembali beralih fungsi untuk menanam padi," ujarnya.

Memproduksi ubi kayu menurut mereka lebih menggiurkan. 1 Ha luas tanaman ubi dapat menghasilkan Rp 30 juta, dengan biaya perawatan relatip murah sekitar Rp 5 juta.(C05/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru