Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Festival Budaya Karo Tari dan Nyanyi Perkolong-kolong Berlangsung Sukses

- Minggu, 29 November 2015 18:25 WIB
710 view
 Festival Budaya Karo Tari dan Nyanyi Perkolong-kolong Berlangsung Sukses
Medan (SIB)- Final Festival Budaya Karo Tari dan Nyanyi Perkolong-kolong yang dilaksanakan HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) Sumut bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Nasional Pencawan Medan di Jambur Halilintar Medan dihadiri sekira 2000 guru, pelajar dan masyarakat berlangsung sukses dan meriah, Rabu (25/11).

Ketua HMKI Sumut Ruben Tarigan SE didampingi wakil ketua Restu Utama Pencawan SH dalam sambutannya mengatakan, Festival Budaya Karo Tari dan Nyanyi Perkolong-kolong ini akan dilaksanakan setiap tahun agar generasi muda Karo betul-betul menghayati kesenian tradisional Karo yang belakangan sudah mulai dilupakan. Acara kesenian tari dan nyanyi perkolong-kolong ini sangat diminati oleh wisatawan mancanegara karena bisa menari sambil bergembira. Dengan demikian event-event pariwisata melalui kesenian tradisional dapat menambah banyaknya kunjungan wisatawan baik domistik maupun mancanegara. Oleh karena itu, Pemorovsu bersama DPRDSU akan, mengalokasikan anggaran kesenian tradisional dari setiap etnis yang ada di Sumut dapat berkembang dan berkualitas, kata Ruben.

Ketua Panitia Festival Siti Aminah  Peranginangin melaporkan, Festival Budaya Karo dan Nyanyi perkolong-kolong ini khusus bagi pelajar SMA-SMK agar mendapat bibit-bibit yang baru dan para pemenang festival ini dipersiapkan untuk mengisi  acara-acara internasional dan nasionl terutama dalam menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean) yang dilaksanakan tahun 2016.

Dalam study banding DPRDSU dalam waktu dekat akan ke negara-negara Asean mengikutsertakan duta-duta pelajar Sumut untu mengenal negara-negara ASEAN . Festival selanjutnya akan dilaksanakan pada Februari 2016 yang dibagi dalam 3 klasifikasi yaitu untuk pelajar, pemuda/i dan mahasiswa, ujar Siti Aminah yang juga anggota DPRDSU itu.

Dikatakan, festival ini menampilkan lagu wajib Ertutor, lagu pilihan 1, Tanah Karo Simalem, 2, Gerdang Gerdong, 3, Paksa Bulan Purnama Raya, 4 Pinta Pinta, 5. Pio Pio, 6. Simulih Kraben dan 7. Erkata Bedil. Sedangkan untuk tari dan nyanyi/musik tradisional harus bernafaskan lagu-lagu ciptaan Djaga Depari.

Sekretaris Panitia Litmalem  Sitepu SKom mengatakan, jumlah peserta yang terdaftar mengikuti lomba ada 17 pelajar dari kabupaten/kota yaitu dari Karo 3 pasang, Deli Serdang 3 pasang, Langkat 2 pasang, Binjai 2 pasang dan kota Medan 6 pasang.

Sementara juri yang bersidang dipimpin Ketua Dewan Juri Arus Petanginangin yang merupakan perkolong kolog legendaris Karo setelah bersidang mengumumkan pemenang antara lain : juara 1 Ashley br Ginting/April Pinem dari kota Medan, juara 2 Shintia br Sembiring/Nico S Perangirangin dari Simalungun. Juara 3 Eniya br Sembiring/Jhody Bangun dari Karo. Juara 1 Tari Tradisional Karo Nur Intan Sari br Ginting dari Deli Serdang, juara 1 Seni suara/musik tradisional July Elisabeth Mayen br Sembiring dari Deli Serdang. Kepada pemenang diberikan hadiah berupa tabungan dan sertifikat penghargaan dari Ketua HMKI Sumut Ruben Tarigan, wakil ketua HMKI Sumut Restu Utama Pencawan dan Siti Aminah Peranginangin. (R4a/h)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru