Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

30 Titik Longsor Mendapat Penanganan PU Bina Marga Dairi

- Senin, 30 November 2015 19:05 WIB
249 view
30 Titik Longsor Mendapat Penanganan PU Bina Marga Dairi
Sidikalang (SIB)- Sebanyak 30 titik longsor di beberapa kecamatan sudah ditangani PU Bina Marga sejak Februari hingga November 2015. Hal itu disampaikan Kabid Peralatan PU Bina Marga Dairi Mangihut Simaibang kepada wartawan, Jumat (27/11) di ruangannya.

Beberapa kecamatan yang merupakan rawan longsor yakni, Kecamatan Tanah Pinem, Siempat Nempu Hilir, Pegagan Hilir, Tiga Lingga. Pebruari-Juli 15 titik dan Agustus-November 15 titik. “Banyaknya titik longsor yang terjadi hingga November diakibatkan tingginya curah hujan dan daerah juga daerah perbukitan. Pepohonan sebagai penahan air sudah habis dibabat warga,” sebut Mangihut.

Sementara jarak tempuh alat dari workshop menuju lokasi bencana sering mengalami kendala misalnya, jalan tidak layak dilalui pengangkut alat berat akibat longsor. Jalan yang dilalui mobil pengangkut alat berat harus dari jalan provinsi kemudian jalan kabupaten, padahal jalan provinsi banyak mengalami longsor.

Meskipun sudah banyak menangani bencana longsor, Mangihut tetap optimis mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari penggunaan alat berat. Untuk tahun 2015 Pemkab Dairi memberikan target PAD dari retribusi alat berat sebesar Rp 400 juta. Hingga November sekitar Rp 360 juta sudah tercapai, menghadapi bencana alam harus kerja baku dan tetap sigap mencari PAD.

Sebanyak 10 unit alat berat selalu siap seperti, eskavator, mesin gilas, walas, greder, dozer dan will eskavator. Pemakaian alat berat dengan dipungut retribusi secara bervariasi dari mulai Rp 1-1,5 juta. “Apabila ada kerusakan sewaktu pemakaian akan ditanggung si peminjam dengan ketentuan yang berlaku. Bila biaya kerusakan di bawah satu juta biasanya ditanggung peminjam,” ucap Mangihut. (Dik-TPT/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru