Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Tahap I Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan

BWSS II akan Bangun Tanggul Lebar 28 M Panjang 26 KM dengan Dana Rp600 M

- Senin, 30 November 2015 19:17 WIB
1.068 view
BWSS II akan Bangun Tanggul Lebar 28 M Panjang 26 KM dengan Dana Rp600 M
Kisaran (SIB)- Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II akan membangun tanggul di sepanjang Sungai Asahan pada sebelah kiri mulai dari Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan sampai Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai yang merupakan daerah terkena banjir sebagai dampak meluapnya Sungai Asahan karena tidak mampu menampung lagi air sungai besar dari Porsea Kabupaten Tobasa.

Hal ini diungkapkan Ir Rahmad Kartolo Siregar, Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pengelola Jaringan Sumber Air (PJSA) BWSS II didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Asahan Ir Robinson Situmorang dalam perbincangan kepada SIB, baru-baru ini.

“Direncanakan tahun 2016 akan dimulai pembangunan konstruksinya. Lebar tanggul kurang lebih 28 meter sedangkan panjang 26 kliometer,” ujarnya.

Dijelaskan Rahmad, lebarnya tanggul Sungai Asahan yang dibangun merupakan penggabungan benteng dan jalan sehingga proyek ini nantinya dapat mengurangi resapan air serta mengendalikan banjir akibat meluapnya Sungai Asahan. Proyek pengendalian banjir Sungai Asahan, akan dibagi menjadi 3 paket dimana akan menghabiskan dana APBN Rp 600 miliar.

“Karena itu, sangat diharapkan masyarakat mendukung proyek pengendalian banjir Sungai Asahan ini. Iya, dukungan demi kepentingan masyarakat sendiri, karena jika proyek terealisasi banjir akibat meluapnya Sungai Asahan bisa teratasi,” ucapnya.

Dijelaskan Rahmad lagi, dirinya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada mantan Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP yang dengan getolnya bolak-balik ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR) memperjuangkan proyek pengendalian banjir Sungai Asahan menjadi prioritas utama. Penghargaan yang sama juga diberikan Wakil Wali kota Tanjungbalai, Rolel Harahap tanpa henti berjibaku bolak-balik ke Kemen PU dan PR agar proyek pengendalian banjir Sungai Asahan dapat terealisasi.

“Kalau tidak karena beliau-beliau ini, proyek pengendalian banjir Sungai Asahan mungkin tidak terealisasi,” sebut PPK Sungai dan Pantai I BWSS II itu. 

Sebelumnya, Kadis PSDA Asahan Ir Robinson Situmorang mengatakan bahwa Direktorat Sumber Daya Air (SDA) BWSS II akan segera mewujudkan keinginan masyarakat Asahan khususnya yang berada di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai untuk membangun tanggul pengendali banjir di Sungai Asahan.

Dijelaskan, berdasarkan surat yang diterima dari Sekretariat Daerah Pemrovsu No 593/9396 tertanggal 20 Oktober 2015 diberitahukan rencana pembangunan pembuatan tanggul banjir di Sungai Sukaraja sepanjang 8 KM dan tanggul banjir Sungai Asahan kiri sepanjang 18 KM atau total 26 KM. Kemudian normalisasi Sungai Sukaraja sepanjang 8 KM serta anak Sungai Asahan lainnya.

Kemudian, lanjutnya, akan dilakukan pembangunan pintu pengatur banjir di hulu dan hilir anak-anak Sungai Asahan seperti di Bandar Jepang, Jaksa dan Haji Daud, melakukan pembuatan shortcut cilincing – Haji Daud – Jaksa sepanjang 1,6 KM. Pembuatan parafet sepanjang 1,2 KM dengan proteksi tebing sepanjang 500 meter dan pembuatan jalan akses di hilir Bandar Jaksa.

Selain itu, tambahnya, dapat mengendalikan genangan akibat pengaruh pasang air laut di Desa Simula Jadi Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai, sekaligus menyelamatkan daerah pemukiman, pertanian dan perkebunan serta sarana dan prasarana umum dari bencana banjir seluas lebih kurang 7.798 hektar. Untuk pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir tersebut, jelasnya, dibutuhkan tanah seluas 90,661 hektar yang diperuntukkan di Kabupaten Asahan memerlukan sebanyak 69,604 hektar dan untuk Kota Tanjungbalai dibutuhkan sebanyak 21,056 hektar.

Dipaparkan, pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Asahan menjadi dua tahap yaitu tahap perioritas dan tahap lanjutan. Untuk tahap prioritas dengan tenggang waktu 2015 sampai dengan 2018. “Pada tahap ini akan dilakukan pembangunan prasarana pengendali banjir sebelah kiri aliran Sungai Asahan tepatnya di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan dan Kecamatan Datuk Bandar  Timur Kota Tanjungbalai,” pungkasnya. (D04/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru