Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Puskesmas Tomuan Launching Layanan HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Pematangsiantar Bertambah 58 Orang

- Rabu, 02 Desember 2015 19:02 WIB
305 view
Kasus HIV/AIDS di Pematangsiantar Bertambah 58 Orang
Pematangsiantar (SIB)- Memperingati Hari AIDS Sedunia, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Kesehatan menambah klinik layanan khusus untuk pasien HIV/AIDS, di Puskesmas Tomuan, Siantar Timur.

Sehingga dengan adanya CST di Puskesmas Tomuan tersebut, diharapkan masyarakat lebih intensif memeriksakan kesehatannya mengingat jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Pematangsiantar terus meningkat.

Menurut data Komite Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Pematangsiantar tahun 2014 terdapat 177 pasien terindikasi HIV, dan 2015 bertambah 58 orang yang 15 di antaranya positif AIDS di Kota Pematangsiantar.

“Pesatnya peningkatan kasus HIV/AIDS, lebih disebabkan karena ketidakpahaman masyarakat tentang penyakit ini. Untuk itu, kita harapkan partisipasi semua pihak untuk mensosialisasikannya agar pencegahan dini bisa dilakukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar Dr Ronald H Saragih MKes, saat membuka “Seminar Tentang HIV/AIDS” di Siantar Hotel, Selasa (1/12), sekaligus launching (peluncuran) CST Puskesmas Tomuan, yang dikelola oleh Tim Medis, yang telah mendapat pelatihan di Medan, dipimpin Dr Yuliana Erika Silitonga.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut, Andi Ilham Lubis MKes (Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara) mengutarakan banyak hal seputar perkembangan HIV/AIDS di Sumatera Utara (Sumut). Menurutnya, Sumut merupakan salah satu wilayah yang cukup pesat perkembangan kasus HIV/AIDS setelah Jakarta, Papua, Jawa Tengah, Bali dan Jawa Timur.

“Baru-baru ini kami melakukan survey di Medan terhadap 2000 remaja (SMA/mahasiswa) dan hasilnya, 4,9 persen mereka sudah pernah melakukan hubungan seksual. Padahal, hubungan seksual merupakan media penyebaran virus HIV, yang besarannya secara umum mencapai 54,8%. Sedangkan 36,2% penyebaran HIV disebabkan oleh jarum suntik tak steril para pengguna narkoba,” ungkapnya seraya menambahkan, pihaknya juga kini tengah menangani 200 bayi, yang terindikasi HIV dari berbagai daerah di Sumut.

Namun demikian, masyarakat tak perlu trauma atau ketakutan yang berlebihan terhadap ancaman penularan virus HIV. “Virus HIV ini sebenarnya tidak mudah menular dan penularannya pun sangat terbatas melalui darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Tetapi persepsi publik selama ini sangat berlebihan, sehingga kerap mendiskriminasi para penderita HIV/AIDS. Akibatnya, pasien HIV/AIDS merasa termarginalkan bahkan dijauhkan dari kehidupan sosialnya. Padahal, saat ini penanggulangan HIV/AIDS seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran sudah semakin baik,” katanya. 

Sementara itu salah seorang penderita HIV/AIDS, Limbong Purba (40), warga Pematang Raya, tampil memberikan testimoninya mengakui pasien HIV/AIDS kerap menutup diri ke publik karena masyarakat juga belum bisa menerima mereka sebagaimana adanya.

“Kondisi saya sempat sangat kritis sekitar tahun 2008 di Rumah Sakit Adam Malik, bahkan HB saya hanya 6,8. Sejak tahun 1995 saya mengkonsumsi narkoba dan baru saya berhentikan semuanya tahun 2006 setelah saya mengetahui telah terjangkit HIV. Awalnya saya tidak menyadarinya, bahkan sampai saya berkeluarga dan memiliki anak. Sampai-sampai, saya sempat tidak mengenali keluarga saya ketika dirawat di Adam Malik,” ungkapnya.

Namun ternyata takdir berkata lain. Setelah mendapat perawatan intensif serta mengkonsumsi obat yang disarankan dokter, kini kondisinya sudah pulih dan bisa melakukan aktivitasnya secara normal. Masyarakat sekitarnya pun sudah bisa menerima dirinya meski awalnya sempat dikucilkan. “Saya harus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, agar tidak melakukan diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS,” katanya mengakhiri testimoninya.

Hadir dalam seminar tersebut antara lain para perwakilan instansi Pemko, instansi vertikal, pimpinan rumah sakit, organisasi pemuda, perusahaan, Palang Merah Indonesia (PMI) serta para dokter dan perawat RSUD Djasamen.(C06/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru