Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Harga Jual Tinggi, Petani Simalungun Mulai Tanam Keladi

- Rabu, 02 Desember 2015 19:07 WIB
1.725 view
Harga Jual Tinggi, Petani Simalungun Mulai Tanam Keladi
Simalungun (SIB)- Budidaya tanaman keladi kini semakin diminati petani di wilayah Pematang Silimahuta dan Dolok Silau Simalungun. Langkah ini ditempuh petani karena keladi atau lazim disebut warga setempat ‘suhat sirimbun’ memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

“Saat ini harga umbi keladi Rp 5.000 per kilogram di tingkat petani. Harga yang cukup mahal, karena biaya produksi hanya sedikit,” kata Ruben Jawak kepada SIB, Selasa (1/12) di ladangnya di Pematang Silimahuta.

“Jika kita membeli bibit hanya Rp 1.000 per kilogram. Kadang tidak usah membeli bibit, cukup hanya mengambil dari petani tetangga usai panen. Karena setelah dipanen banyak umbi keladi yang kecil tinggal di lahan, umbi yang kecil itu tidak bisa dijual. Kalau dibiarkan di lahan bisa tumbuh sembarangan,” tambahnya.

Dia mengatakan, cara bercocok tanam keladi sangat gampang. Tahap awal dibuat bedengan di lahan pertanian. Di atas bedengan itu, bibit ditanam tanpa menggunakan kompos, pupuk ataupun pestisida.

“Usia 8 bulan, keladi siap penen dengan rata-rata tingkat produksi 5 Kg per batang. Pemasarannya pun gampang dan banyak diminati pembeli,” kata Ruben.

Hal serupa juga dikatakan Ediarto Saragih petani di Dolok Silau. Disebutnya, menanam keladi bisa tanpa modal, cukup hanya menyediakan lahan. Karena tidak perlu menggunakan kompos, pupuk dan pestisida. Kalau pun bermodal hanya untuk membeli bibit. Itu pun harganya cuma Rp 1.000 per kilogram.

“Paling hanya modal tenaga kerja ya. Karena setelah usai di tanam, tidak perlu diurus lagi, paling membersihkan tanaman dari rumput. Setelah itu tinggal menunggu panen saja kurang lebih 8 bulan,” katanya. (C09/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru