Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026

Pengrajin Batu Bata Teluk Lapian Simalungun Butuh Perhatian Pemerintah

- Kamis, 03 Desember 2015 20:13 WIB
694 view
Pengrajin Batu Bata Teluk Lapian Simalungun Butuh Perhatian Pemerintah
Simalungun (SIB)- Mayoritas penduduk Teluk Lapian Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun menggantungkan hidup dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuatan batu bata. Puluhan ribu batu bata dipasarkan setiap hari ke luar daerah. "Hampir sekampung buatnya. Saya sendiri sudah puluhan tahun menjadi pengrajin batu bata," ujar Ngatuan.

Bermodalkan bahan baku tanah liat, seorang pengrajin mampu mencetak 1.000 batu bata per hari. Ngatuan mengaku tidak merekrut karyawan, cukup dikerjakan tiga anggota keluarganya guna meringankan beban cost. Pemasaran batu bata meliputi Asahan, Tebingtinggi, Batu Bara, Aek Kanopan, Pematangsiantar dan Simalungun. Namun harganya tergantung kondisi cuaca. "Harga naik pada musim hujan, kalau kemarau malah turun. Harga tertinggi Rp 350 per batu, terendah Rp 250," tuturnya.

Proses pembuatan batu bata masih manual dengan terlebih dahulu menyiapkan tanah liat dicampur tanah merah, lalu digiling. Setelah bahan baku tersedia, pengrajin melakukan pencetakan hingga berbentuk batu bata. Kemudian dibakar dengan tenggang waktu paling cepat 2 hari dan paling lama 4 hari. Ngatuan mengaku cara kerja manual belum optimal dalam menghasilkan laba besar.

Untuk itu perlu sentuhan pemerintah untuk mendorong peningkatan perekonomian para UKM pengrajin batu bata. Apalagi jumlah penduduk Teluk Lapian cukup banyak kurang lebih 2.800 kepala keluarga dan 80 persen pengrajin batu bata. Menyikapi keluhan pengrajin batu bata, Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba mengatakan akan memperjuangkan dana bantuan sosial (Bansos) yang diprogramkan untuk pengadaan mesin pencetakan batu bata. "Saya tertarik dengan gaya kehidupan masyarakat Teluk Lapian," ujarnya. (C05/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru