Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Warga Orahili Nisel Kecewa Bangunan ADD Tidak Sesuai Musyawarah Desa

- Jumat, 04 Desember 2015 18:25 WIB
442 view
Warga Orahili Nisel Kecewa Bangunan ADD Tidak Sesuai Musyawarah Desa
SIB/Dok
PENAMPUNGAN: Salah satu bangunan penampungan air yang diprotes masyarakat karena tidak seiring dengan MCK.
Nisel (SIB)- Sejumlah warga Desa Orahili Fondrako Kecamatan Ulususua Nisel kecewa Alokasi Dana Desa ADD Rp 100 juta lebih untuk membangun sarana air bersih (SAB) dan MCK tidak sesuai hasil musyawarah desa.

Sejumlah warga, Firman Odaligo Giawa, Yaredi Buulolo dan lainnya mengatakan, ketika musyawarah Kepdes dengan masyarakat dua bulan lalu, disepakati bahan bangunan penampungan air dan 3  MCK sesuai standar bermutu dengan merek yang ditentukan, namun ketika pelaksanaan material bangunan diduga kurang bermutu dan di bawah harga sehingga dikhawatirkan cepat rusak. Selain itu, penempatan bangunan MCK tidak sesuai kesepakatan bersama.

Warga juga menuding Kepdes memonopoli pembangunan dengan mengajak sanak keluarga dan anaknya saja, tidak melibatkan unsur masyarakat sesuai hasil musyawarah.

Hasil bangunan pun saat ini menurut warga mengecewakan, posisi mata air lebih rendah dibanding lokasi penampungan dan MCK, dikhawatirkan air akan sulit terdistribusi.

KAUR Pembangunan Desa, Simeoni Giawa mengatakan jajaran desa tidak dilibatkan dalam pembangunan ADD, tapi dikendalikan  Kades, anak serta saudaranya dengan mengangkat jadi sekretaris dan bendahara pembangunan. Ia pun prihatin kelangsungan ADD di derah itu.

Sementara menurut Ketua LKMD, Masarudi Giawa, sejak dana cair, Kepdes terlihat membagi-bagi uang, bahkan ia ditawari Rp 200 ribu. Kepdes beralasan itu jatahnya  sebagai pengawas pembangunan.

Warga berpendapat, bangunan yang tidak sesuai hasil musyawarah sebaiknya dibongkar untuk disempurnakan agar tahan lama. Jika dilanjutkan dengan kualitas minim seperti saat ini, dikhawatirkan menjadi sia - sia dan jadi beban bersama ke depan.

Sementara Kepdes Orahili Fondrako, Tuhonasokho Giawa mengatakan pembangunan ADD berjalan baik. "Pengerjaan berdasarkan hasil musyawarah desa bersama masyarakat," katanya. Sekdes, Rahmat Giawa juga menilai keluhan warga  tidak berdasar, saat ini dana 40 % dari sekitar Rp 270 juta telah terserap untuk bangunan. (A34/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru