Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026

Badan Penyuluhan Pertanian Simalungun Dorong Swasembada Pangan

- Sabtu, 05 Desember 2015 21:50 WIB
267 view
Badan Penyuluhan Pertanian Simalungun Dorong Swasembada Pangan
Simalungun (SIB)- Untuk swasembada beras di Simalungun, pihak Penyuluhan Pertanian Simalungun melakukan kontrak kerja dengan kordinator penyuluhan wilayah kerja setiap kecamatan serta menjalin kerjasama Pangulu Nagori serta kelompok tani maupun Gapoktan masing-masing wilayah.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan Simalungun Pardomuan Sijabat SP di kantornya  Panei Tongah Simalungun, Kamis (3/12).

Dijelaskan pada hakekatnya pihak penyuluhan memasilitasi masyarakat petani maupun Gapoktan dan juga perangkat nagori agar melakukan musyawarah bersama masyarakat sebelum melakukan musim tanam padi. Hal tersebut bertujuan untuk pengetahuan masyarakat petani dalam pengaturan pola tertib tanam padi.

Tujuannya untuk pembekalan kepada masyarakat petani sebelum melakukan tanam padi. Seperti halnya kapan dilakukan penanaman tanaman dan dimana dilakukan serta bagaimana mengantisipasi serangan penyakit dan gangguan hama tikus.

Ia menambahkan musyawarah membahas sistem penanaman dan persiapan benih padi serta ketersediaan saluran air maupun stok pupuk serta racun untuk mengantisipasi serangan hama tikus. Selain itu Pangulu Nagori dan juga Gapoktan akan membuat pengumuman kapan penjadwalan musim tanam padi pertama (MT1) dan tanam padi kedua (MT2). Kemudian selanjutnya melakukan musyawarah pembentukan persiapan pembentukan tim regu tanam padi. "Artinya bila tidak ada regu tanam padi masyarakat dan kelompok tani serta penyuluhan yang bertugas di unit kerja dapat mengusulkan regu tanam padi dari tempat wilayah lain,” kata Pardomuan Sijabat.

Persiapan stok pupuk dari pengecer juga dihadirkan pada acara musyawarah agar ketersediaan pupuk di saat musim tanam padi dapat terpenuhi. "Obat- obatan seperti pupuk dan racun tikus harus disediakan baik secara swakelola dari pengecer pupuk maupun berupa bantuan dari dinas pertanian," katanya.
Hal tersebut sebagai pendorong peningkatan indeks penanaman padi dengan menggunakan perawatan pemupukan organik sehingga nantinya di sesi musim panen masyarakat petani dapat merasakan kepuasan hasil panen. (Dik-APS/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru