Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026
Pilkada di Kepulauan Nias

Pemilih Ribut, Rekapitulasi di TPS 10 Telukdalam Dikawal Kapolres

* Di Nias Utara Pelaku Money Politics Ditangkap
- Kamis, 10 Desember 2015 19:38 WIB
322 view
Pemilih Ribut, Rekapitulasi di TPS 10 Telukdalam Dikawal Kapolres
Nisel (SIB)- Seratusan warga yang tidak mendapat formulir C6 atau undangan  melarang petugas KPPSi TPS 10 Kelurahan Pasar Telukdalam melakukan rekapitulasi hasil pemungutan suara Pilkada Nias Selatan (Nisel), Rabu (9/12). Hasil pencoblosan akhirnya dibacakan setelah Kapolres Nisel AKBP Robert Da Costa dikawal sejumlah Brimob bersenjata laras panjang mendatangi TPS tersebut.

Protes warga berawal ketika sejumlah orang yang tidak menerima undangan mendaftarkan diri menggunakan KTP yang diperbolehkan secara undang-undang. Petugas menerima para pemilih tersebut dan menyuruh menunggu hingga pukul 12.00 WIB.

Setelah waktu yang dijanjikan tiba, warga mendatangi petugas KPPS bermaksud mencoblos, namun petugas mengatakan surat suara telah habis untuk pemilih yang terdaftar di DPT 186 orang.

Mendengar hal itu, warga marah dan mengancam petugas KPPS untuk tidak melakukan perhitungan jika mereka belum memilih. Melihat itu, 3 personel polisi di TPS mencoba bernegosiasi dengam warga, namun tidak berhasil.

Akhirnya Kapolres datang ke lokasi dan menyuruh petugas melakukan perhitungan. Ketua KPPS Martini Harefa mengatakan surat suara disesuaikan dengan jumlah DPT, warga yang tidak mendapat undangan bukan tanggung jawab petugas karena sebelumnya telah dilakukan penyempurnaan data pemilih.

Di TPS 3  sejumlah warga juga melakukan keributan. Sekitar 200-an masyarakat di sekitar TPS mengaku tidak mendapat undangan. Mereka ramai-ramai memasuki TPS yang dipagari tali. Petugas KPPS mengatakan mereka membagikan surat suara sesuai DPT yang diberikan KPU, warga pun kecewa dan pulang tidak jadi memilih.

Sementara di sejumlah TPS di Nisel, pendukung pasangan nomor urut 2 Idealisman-Siga dan nomor urut 3 Hilarius Duha- Sozanolo Ndruru, saling klaim jagoannya menang. Para pendukung keduanya juga mengupload kemenangan di akun facebook.

Pantauan SIB, dari 4 Paslon, keduanya memang mendominasi perolehan suara. Di sejumlah TPS di Kecamatan Toma dan Kecamatan Telukdalam, pasangan Hilarius Sozanolo mendominasi, sementara di Kecamatan Fanayama Idealisman-Siga memperoleh suara signifikan.

PILKADA NIAS UTARA
Ketua KPUD Nias Utara Otorius Harefa mengatakan Pilkada di daerah itu berjalan lancar, namun sempat dinodai seorang pelaku money poltics di daerah Lahewa.

"Pelaku mencoba memberikan uang kepada masyarakat dengan ajakan mencoblos salah satu Paslon," jelas Otorius sembari mengatakan belum mengetahui jati diri pelaku.

Masyarakat yang tidak simpatik dengan ulah pelaku disebutkan langsung menangkap dan membawanya ke Polsek Lahewa. Saat ini menurut Otorius, yang bersangkutan telah ditahan untuk diproses secara hukum.

Di daerah ini, KPU telah memperoleh hasil perhitungan suara di 276 TPS yang telah terpantau seluruhnya. KPU Nias Utara langsung memposting pantauan di website mereka.

GUNUNGSITOLI
Ketua KPU Gunungsitoli, Sokhiatulo Harefa mengatakan Pilkada di 259 TPS di kota itu berlangsung sukses. Ia pun menghimbau agar pendistribusian surat suara ke PPK berjalan damai sesuai SOP internal KPU, terutama bagi TPS TPS terjauh seperti daerah Idanoi.

Sesuai jadwal yang ditentukan kata Harefa, usai rekapitulasi tingkat PPS dan PPK maka direncanakan dilakukan rekapitulasi KPU pada 18 Desember.

Sementara itu, Pilkada di Nias Barat sedikit terganggu karena hujan deras dari hari hingga menjelang siang. KPU pun melakukan pantauan lapangan untuk menyukseskan Pilkada.

Ketua KPU Nias Barat Cakra Eli Gulo mengatakan akibat hujan pihaknya kesulitan memantau, namun semua berjalan aman dan terkendali. Hanya saja formulir C1 tegrlambat tiba di KPU sehingga terlambat dilaporkan ke KPU RI.

Sementara Ketua Panwas Nias Utara, Atori Zebua mengatakan belum ditemukan pelanggaran berarti pada Pilkada kali ini, namun mereka masih terus menerima laporan dari masyarakat dan Panwas di desa.

Atori memberikan data internal pantauan perolehan suara sementara. Nomor urut 1Aroziduhu- Otoyus 15.669 suara, nomor urut 2 Faduhusi- Khenoki 20.575 suara, selisih 4.906 suara. "Itu hasil pantauan sementara internal Panwas," katanya. (A34/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru