Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Masuki Musim Tanam, Petani Humbahas Harapkan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

- Jumat, 11 Desember 2015 19:29 WIB
212 view
Masuki Musim Tanam, Petani Humbahas Harapkan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi
Humbahas (SIB)-  Memasuki masa musim tanam padi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) para petani sawah mengarapkan adanya ketersediaan pupuk bersubsidi baik di tingkat agen maupun pengecer resmi yang ada, sehingga upaya pemeliharaan tanaman padi tidak terkendala seperti kejadian yang terjadi di musim tanam tahun sebelumnya..

Dari amatan SIB, di beberapa daerah persawahan seperti Kecamatan Pollung, Doloksanggul, dan Lintongnihuta, Kamis (10/12), sejumlah petani tampak sedang menanam di lahan pertanian miliknya.

Horas Lumbangaol (32), petani di Desa Hutajulu, Pollung, saat ditemui mengaku sejauh ini pihaknya masih bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, hanya saja  mengaku khawatir tanaman padi miliknya terganggu produktivitasnya akibat pupuk subsidi langka seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu, hasil panen jauh dari yang diharapkan akibat keterbatasan pupuk. Kami sangat berharap tahun ini pasokan pupuk lancar, agar padi yang baru saja kami tanam dapat tumbuh subur,” harapnya.

Horas yang didampingi petani lainnya, Anwar Marbun (37) menjelaskan  hasil yang diperoleh petani sangat tergantung pada pupuk bersubsidi tersebut. Namun mereka merasakan selama ini sulit mendapatkan pupuk akibat jumlah yang terbatas.

“Kami berharap pada musim tanam kali ini, petani lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi sehingga mengoptimalkan hasil panen. Walaupun selama ini ada, tapi itu tidak sesuai dengan kebutuhan lahan,” terang Anwar.

Ia juga menambahkan petani di daerahnya terpaksa menggunakan pupuk alternatif yang harganya cukup tingggi. “Ketersediaan pupuk bersubsidi terbatas, padahal masa pemupukan sudah tiba. Kami terpaksa mencari pupuk non subsidi yang harganya jauh lenih mahal,” sambung Anwar.

Sementara itu, Candra Lumbantoruan (45) petani di daerah Lintongnihuta, juga mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya meminta peran pemerintah menanggulangi ketersediaan pupuk dapat diupayakan dan jangan menjadi sepeti tidak dihiraukan akibat adanya Pilkada.

Menurut dia, proses penyaluran pupuk bersubsidi selama ini relatif tidak teratur dan terkesan pilih bulu. “Kami melihat penyaluran pupuk ini seperti pilih bulu. Padahal seluruh petani membutuhkannya, jangan terkesan jadi dipilih-pilih penerimanya,” kata Candra.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pertanian Humbahas sebagai instansi yang membidangi pertanian, para petani mengharapkan dinas terkait mampu menjawab dan menjamin adanya ketersedian pupuk tersebut. (Dik-ERP/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru