Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Banyak Jalan di Berastagi Tanpa Penerangan

- Jumat, 11 Desember 2015 22:00 WIB
336 view
Banyak Jalan di Berastagi Tanpa Penerangan
Tanah Karo (SIB)- Berastagi salah satu kota andalan wisata Kabupaten Karo. Selain wisata lokal, wisatawan dari daerah lain bahkan turis luar negeri juga mampir ke Berastagi untuk menikmati indahnya alam, sejuknya udara dan wisata pendakian Gunung Sibayak beserta budayanya yang unik. Namun, pemerintah setempat seolah-olah kurang memperhatikan penerangan jalan. Sebab banyak daerah  vital di Berastagi hingga saat ini tidak mendapat penerangan lagi, akibat tidak adanya perawatan dan perbaikan lampu penerangan jalan maupun pemasangan baru.

Hal ini dikatakan beberapa warga Berastagi dan Dolat Rakyat kepada SIB Kamis (10/12).

Silitonga salah seorang pengelola hotel GM Panggabean Intenational di jalan lintas Gundaling mengeluhkan penerangan jalan yang  tidak ada. Ia mengatakan, sepanjang jalan mulai dari perbatasan kota Berastagi-Gongsol menuju objek wisata bukit Gundaling sudah lama gelap gulita. “Lampu jalan di sekitar sini hanya sampai batas kota itu saja, padahal ini merupakan jalan lintas menuju objek wisata Gundaling, selain itu daerah ini merupakan wilayah perhotelan, masa penerangan jalan tidak ada?,” tanyanya.

Menurutnya, apabila malam tiba, daerah itu menjadi seperti mencekam gelap gulita, belum lagi ditambah kabut malam yang sering menghinggapi daerah itu, yang jelas membuat wisatawan/tamu hotel merinding bulu kuduknya.

“Setahu saya, daerah ini dulu sudah ada penerangan jalan, tapi entah kenapa beberapa tahun belakangan ini, semua lampunya tidak dapat  bersinar lagi,” katanya.
Harapannya, untuk meningkatkan arus wisatawan kembali ke Karo, pihak terkait harus peka dan meninjau serta memperbaiki fasilitas-fasilitas penunjang, salah satunya lampu penerangan jalan.

S Sebayang (38), A Br Tarigan (42), dan Seh Ulina Br Ginting warga Dolat Rakyat desa yang berbatasan dengan kota Berastagi mengatakan tidak adanya penerangan jalan membuat warga desa khawatir. Sebab apabila jalan gelap gulita, rentan menjadi  tempat kejahatan seperti jambret. “Mulai dari SPBU Dolat Rakyat sampai simpang Taman Lumbini, tidak ada penerangan jalan, padahal jalan lintas, daerah wisata lagi,” kesal mereka.

Lanjut mereka masih banyak daerah objek vital yang merupakan daerah wisata Karo yang tidak memiliki lampu penerangan jalan. “Selain meningkatkan arus wisatawan, warga  juga perlu menikmati lampu penerangan jalan tersebut, kita perlu terang, bukan yang gelap,”  ujar Seh Ulina. (Dik MAS/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru