Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026
Percepatan Penanganan Erupsi Sinabung

106 KK Warga Asal Desa Bakerah akan Peroleh 53 Ha Lahan Pertanian di Kacinambun

- Senin, 14 Desember 2015 18:48 WIB
241 view
106 KK Warga Asal Desa Bakerah akan Peroleh 53 Ha Lahan Pertanian di Kacinambun
Tanah Karo (SIB)- Sebanyak 106 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Sinabung asal Desa Bakerah akan memperoleh areal perladangan seluas 53 hektar  yang telah ditraktor di Desa Kacinambun, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

Dijadwalkan, Hari ini (14/12) akan dilakukan pengundian untuk mendapatkan areal perladangan sebagai lahan pertanian untuk warga Desa Bakerah. Lokasi areal lahan pertanian itu sekitar 7 Km dari tempat pemukiman relokasi di kawasan Agropolitan, Desa Siosar Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Hal ini untuk menindaklanjuti intruksi Presiden soal percepatan relokasi korban erupsi Sinabung yang harus selesai semuanya pada akhir tahun ini.

Sebelumnya 112 unit rumah bagi warga Desa Bakerah telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang telah siap ditempati kepada para pengungsi korban erupsi Sinabung yang berasal dari Desa Bakerah, Selasa (5/5) lalu di Desa Siosar.

 Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, Munar Ginting  ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (13/12) malam mengakui pihaknya akan lakukan pengundian untuk mendapatkan areal perladangan bagi warga  Desa Bakerah.

“Dalam pengundian, dilakukan pencabutan nomor sehingga dapat diketahui di titik mana areal perladangan itu dengan disaksikan sejumlah pihak terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, areal perladangan itu disewa, setelah pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo mencari lokasi areal pertanian. “Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran untuk sewa lahan pertanian dan traktor lahan sebanyak tiga kali. Adapun besaran biaya itu meliputi uang sewa lahan sebesar Rp 2,5 juta per hektar untuk setahun. Selain itu biaya untuk sekali traktor lahan pertanian Rp 1 juta/ha. Lahan pertanian itu ditraktor sebanyak 3 kali. Jadi biaya untuk traktor lahan pertanian itu Rp 3 juta/ha,” katanya.

 Ia merincikan masing-masing kepala keluarga akan mendapatkan 0,5 ha lahan untuk bercocok tanam menggantikan areal pertanian mereka yang musnah dihantam erupsi Gunung Sinabung.

Ia menambahkan, setelah lahan pertanian itu ditraktor sebanyak tiga kali akan dilakukan lokasi pemetaan. “Setiap warga yang akan mendapat lokasi perladangan diundi di mana areal pertaniannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, katanya dilakukan budidaya tanaman kentang dengan varietas Granola (G4) yang bersertifikat dari asal Jawa. “Anggaran bibit kentang sekitar Rp 1,3 miliar yang  bersumber dari PAPBD  TA 2015. Setiap Kepala Keluarga  memperoleh  625 Kg bibit kentang untuk luas areal penanaman 0,5 Ha,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, setiap kepala keluarga akan diberikan paket pupuk organik, pestisida, dan pupuk kimia dengan nilai pagu anggaran Rp 3,164 Miliar yang telah ditampung di PAPBD TA 2015. (B01/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru