Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Bus Sekolah Disembunyikan, Ribuan Siswa di Pakpak Bharat Terlantar

- Senin, 14 Desember 2015 18:50 WIB
333 view
Bus Sekolah Disembunyikan, Ribuan Siswa di Pakpak Bharat Terlantar
Pakpak Bharat (SIB)- Ribuan siswa/i di Pakpak Bharat beberapa hari terlantar tidak dapat pergi ke sekolah sebagaimana biasanya. Pasalnya sejumlah bus sekolah yang biasa dipergunakan untuk antar jemput siswa disembunyikan di satu tempat. Informasi yang diterima SIB, disembunyikannya bus siswa itu sejak Selasa (8/12) sehari menjelang hari pelaksanaan Pilkada disebut-sebut atas perintah tertinggi Pemkab Pakpak Bharat karena ditengarai akan dipergunakan paslon tertentu untuk mengangkut massa saat pelaksanaan Pilkada.

Sejumlah siswa maupun orang tua siswa mengaku sangat kesal karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Kalau memang bus tidak beroperasi seharusnya ada pemberitahuan sehingga orang tua dapat mengantisipasi jangan sampai anak-anak tidak masuk sekolah, sebut S Tindaon salah seorang orang tua siswa kesal.

Keluhan yang sama juga dikatakan P Tumangger, Op. B br Tinambunan orang tua siswa dari Kecamatan Siempat Rube. Mereka mengakui cukup kesal. Mulai Selasa (8/12) hingga Sabtu (12/12)  anak kami terpaksa jalan kaki ke sekolah, padahal jarak dari rumah ke sekolah lumayan cukup jauh berkisar 8 Km, sebut br Tinambunan mengeluh, sekalian berharap agar Kadis Pendidikan setempat cepat mengambil inisiatif.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Pakpak Bharat Jalan Berutu SPd MM saat dikonfirmasi seputar keluhan orang tua siswa membenarkannya. “Benar bang, semua bus sekolah sejak 8 Desember sampai sekarang tidak dikasih jalan,” sebutnya.

Dikatakan, pihaknya sudah mempertanyakan ke Sekda Drs Holler Sinamo dan jawaban Sekda bus sudah dapat beroperasi seperti semula. Namun kendalanya supir bus tidak dapat dihubungi semua kontak terputus, tidak tau apa sebabnya. “Mudah-mudahan besok, Senin (hari ini-red) bus sudah beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga anak-anak dapat kembali bersekolah,” sebut Kadis Pendidikan.

Sedangkan Sekda Holler Sinamo saat dikonfirmasi melalui telepon selurernya, Minggu (13/12) hingga berita ini dikirim ke redaksi tidak menjawab.
Untuk diketahui, guna menunjang wajib belajar 9 tahun, Pemkab Pakpak Bharat menyediakan sejumlah bus sekolah gratis di setiap kecamatan untuk antar jemput siswa/i. Namun setahu bagaimana, puluhan bus dimaksud menjelang hari Pilkada 8 Desember dilarang beroperasi tanpa batas waktu tertentu mengakibatkan ribuan pelajar tidak masuk sekolah. (B07/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru