Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Jembatan Dusun Kuta Raja Dairi Ambruk Diterjang Banjir

* Pelajar dan Warga Terisolir Harus Berjalan Kaki 3 Km
- Senin, 14 Desember 2015 18:54 WIB
529 view
Jembatan Dusun Kuta Raja Dairi Ambruk Diterjang Banjir
SIB/Edison Parulian Malau
Kondisi jembatan darurat saat dilintasi para pelajar dan warga lainnya, Jumat (11/12) di Kuta Raja, Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi. Kondisi ini terjadi, setelah jembatan tersebut diterjang banjir kedua kalinya Selasa (8/12) yan
Sidikalang (SIB)- Para pelajar SD, SMP dan SMA harus ekstra hati-hati saat pergi dan pulang sekolah, akibat air banjir menerjang plat beton penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kuta Raja ke Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Selasa (8/12) lalu.

Hal itu disampaikan Ali Imran Manik (55) dan Maruhum Sinaga (37) kepada SIB, Jumat (11/12) di lokasi ambruknya jembatan. Sebutkan, pertama kalinya banjir menerjang pada (8/8) yang lalu, namun masih mereka upayakan denga pembuatan batang pohon kelapa untuk jembatan.

“Banjir pertama sudah kami laporkan juga, namun masih bisa kami atasi dengan membuat batang pohon kelapa untuk jembatan. Namun banjir Selasa kemarin lebih parah, karena menerjang tanah penyangga jembatan,” ujar Manik.

Ditambahkannya, mereka sangat membutuhkan jembatan tersebut, mengingat mulai Agustus yang lalu kendaraan roda empat tidak dapat lagi melintas untuk membawa berbagai kebutuhan sehari-hari warga. Selain itu, para pelajar SD, SMP dan SMA yang bersekolah harus berjalan kaki karena kenderaan roda dua dan empat yang selama ini sebagai transportasi mereka kesekolah tidak dapat lintas akibat jembatan darurat tersebut.

“Kalau pertama, kami masyarakat bergotong royong membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang kelapa sepanjang 11 meter supaya anak sekolah dan kenderaan roda dua dapat melintas. Kali ini, kami tidak mampu lagi berbuat apa-apa, untuk itu kami sangat mengharapkan campur tangan dan perhatian pemerintah,” tambahnya.

Kepala Dusun Kuta Raja, Jawardi Munthe mengatakan, kerusakan plat beton pertama sudah di laporkan kepada pemerintah Kabupaten dan sudah dilakukan survey, kemudian pada (8/12) saat banjir kembali menghantam jembatan darurat yang terbuat pohon kelapa itu membuat akses jalan menuju Dusun Kuta raja terputus. “Kami warga Dusun Kuta Raja kesulitan mengangkut hasil pertanian ke pasar karena kenderaan roda dua dan roda empat tidak dapat lintas lagi,” sebut Munte.

Kepala Desa Bukit Tinggi, Jannes Situmorang kepada wartawan SIB mengakui belum melaporkan kejadian kedua kalinya itu ke Pemkab. Disebutkan Situmorang kejadian pertama sudah dilaporkan. Situmorang juga mengakui, pihaknya akan melakukan pengalihan dengan jalan setapak sebagai jalan alternatif.

“Kami akan berusaha melakukan pendekatan terhapa pemilik ladang yang langsung berbatasan dengan bencana itu. Kalau nanti berkenan, warga diberikan melintas dan melewati ladang itu,” sebutnya.

Pantauan SIB di lokasi banjir, jembatan darurat sudah kembali ambruk dan sudah sangat berbahaya kalau dipergunakan. Jalan setapak dapat dilakukan dan dibuat melewati ladang warga sebagai jalan alternatif namun, pengakuan dan penuturan pemilik ladang Br Sitakar, belum ada permintaan resmi dari siapapun kepadanya. (B05/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru