Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026
Percepatan Penanganan Erupsi Sinabung

106 KK Asal Desa Bekerah Cabut Nomor Untuk Peroleh 53 Ha Lahan Pertanian di Kacinambun

- Selasa, 15 Desember 2015 20:02 WIB
343 view
106 KK Asal Desa Bekerah Cabut Nomor Untuk Peroleh 53 Ha Lahan Pertanian di Kacinambun
Tanah Karo (SIB)- Sebanyak 106 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Sinabung dari Desa Bekerah, Kecamatan Naman Teran, mencabut nomor untuk memperoleh areal lahan pertanian seluas 53 hektare di Desa Kacinambun, Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo, Senin (14/12).

Pasalnya, areal pertanian tersebut telah selesai ditraktor sebanyak tiga kali. Lokasi areal lahan pertanian itu sekitar 7 Km dari tempat pemukiman relokasi yang telah selesai dibangun beberapa bulan lalu di kawasan agropolitan, Desa Siosar Kecamatan Merek, Kabupaten Karo sehingga areal pertanian itu sudah siap ditanami. Hal itu untuk menindaklanjuti instruksi Presiden soal percepatan relokasi korban erupsi Sinabung yang harus selesai pada akhir tahun ini.

Pencabutan nomor itu dilakukan setelah pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo memperoleh data akurat dari kepala desa dan Camat Naman Teran nama-nama yang berhak menerima lahan pertanian dengan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karo untuk menentukan pemetaan areal pertanian tersebut.

Pemanggilan satu persatu pengungsi dengan disaksikan Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Kab Karo Munarta Ginting, Danramil Tiga Panah dan sejumlah pihak lainnya dari BPN Kab Karo.

Sebelumnya, 112 unit rumah bagi warga Desa Bakerah telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang telah siap ditempati kepada para pengungsi korban erupsi Sinabung yang berasal dari Desa Bakerah, Selasa (5/5) lalu di Desa Siosar.

 Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, Munar Ginting  ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (14/12) petang mengakui pihaknya telah melakukan pengundian untuk mendapatkan areal perladangan bagi warga  Desa Bakerah.

“Dalam pengundian itu dilakukan pencabutan nomor sehingga dapat diketahui di titik mana areal perladangan setiap KK. Hal ini dilaksanakan setelah BPN melakukan display peta lokasi seluas 53 Ha untuk 106 KK. Sekitar 3 Ha lebih digunakan untuk jalan ke perladangan,” katanya.

Menurutnya, areal perladangan itu disewa, setelah pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab Karo mencari lokasi areal pertanian. “Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran untuk sewa lahan pertanian dan traktor lahan sebanyak tiga kali. Adapun besaran biaya itu meliputi uang sewa lahan sebesar Rp 2,5 juta per hektar untuk setahun. Selain itu biaya untuk sekali traktor lahan pertanian Rp 1 juta/ha. Lahan pertanian itu ditraktor sebanyak 3 kali. Jadi biaya untuk traktor lahan pertanian itu Rp 3 juta/ha,” katanya.

 Ia merincikan masing-masing kepala keluarga mendapatkan 0,5 ha lahan untuk bercocok tanam menggantikan areal pertanian mereka yang musnah dihantam erupsi Gunung Sinabung.

Selanjutnya, katanya, akan dilakukan budidaya tanaman kentang dengan varietas Granola (G4) yang bersertifikat dari asal Jawa. “Anggaran bibit kentang sekitar Rp 1,3 Miliar yang  bersumber dari PAPBD  TA 2015. Setiap Kepala Keluarga  memperoleh  625 Kg bibit kentang untuk luas areal penanaman 0,5 Ha,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan,  setiap kepala keluarga akan diberikan paket pupuk organik, pestisida, dan pupuk kimia  dengan nilai pagu anggaran Rp 3,164 miliar yang telah ditampung di PAPBD TA 2015. (B01/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru