Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Jalan Provinsi di Sumbul Pegagan Dairi Nyaris Putus

* Jalan Penghubung di Desa Kering Dairi Rusak Parah
- Selasa, 15 Desember 2015 20:07 WIB
947 view
Jalan Provinsi di Sumbul Pegagan Dairi Nyaris Putus
SIB/Edison Parulian Malau
Kondisi jalan provinsi di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Pegagan Hilir, Dairi yang nyaris putus Jumat (11/12). Sudah diberikan tanda-tanda dengan police line, namun pemilik kebun kopi di samping jalan tersebut sudah merasa keberatan karena kendaraan yang me
Sidikalang (SIB)- Kondisi jalan Provinsi dari Sumbul Pegagan ke Sumbul Karo, Tigalingga memprihatinkan. Selain berlubang dan terkelupas, jalan dipenuhi material longsor berupa tanah dan batu serta nyaris putus pada beberapa titik serta semak menutupi jalan.

Warga di sepanjang jalan tersebut sangat mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan. Selain pembangunan yang terlihat minim, warga juga menilai perawatan terhadap jalan yang mereka pergunakan setiap hari bahkan tidak ada.

Kepala Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir Jannes Situmorang kepada SIB, Jumat (11/12) mengatakan, bencana alam berupa longsor kerap terjadi di daerahnya pada saat musim hujan. Selain tebing longsor menutupi badan jalan, pohon juga sering tumbang.

“Paling terparah di Desa Bukit Tinggi, itu sudah lama terjadi namun belum ada penanganan dari PU, jika tidak secepatnya ditangani dikhawatirkan jalan itu akan putus total,” kata Jannes.

Swaden Girsang warga Sinarsar, Desa Bukit Tinggi juga mengeluhkan jalan provinsi yang saat ini kurang diperhatikan Provinsi Sumatera Utara. Selain bahu dan tebing jalan banyak yang longsor, aspal sudah terkelupas bahkan bahu jalan sudah ditumbuhi semak membuat jalan semakin sempit.

Kepala UPT Sidikalang Rico Sianipar hendak dikonfirmasi, Senin (14/12) tidak berada di kantor. Informasi yang diterima di Kantor UPT Bina Marga Provinsi di Sidikalang, Ka UPT jarang masuk kantor. Sedangkan, di kantor tersebut terlihat banyak orang, namun sebahagian kecil mengenakan pakaian linmas warna hijau, selebihnya mengenakan pakaian biasa, sehingga tidak dapat diketahui mereka PNS atau tidak.

Sementara Esron Samosir selaku pengawas perawatan Jalan Provinsi jurusan Sumbul-Tiga Baru-Tigalingga, di kantornya mengatakan jalan Provinsi yang longsor antara Tiga Baru dan Sumbul Karo sudah tiga kali dilaporkan ke Dinas PU Bina Marga Provinsi. Sedangkan perawatan jalan, Samosir mengaku tiap satu kali tiga bulan pembabatan jalan tetap dilakukan, namun karena keterbatasan anggaran terpaksa mengutamakan yang paling parah.

“Untuk jalan Tiga Baru menghubungkan Kecamatan Tigalingga sudah tiga kali dilaporkan ke provinsi selama tahun ini, jalan longsor di Desa Bukit Tinggi pada bulan September sudah dilaporkan, tapi karena keterbatasan anggaran kerusakan jalan belum bisa diperbaiki namun anggaran untuk itu sudah diajukan,” ujarnya.

Pantauan SIB sepanjang jalan Sumbul Karo, Tigalingga hingga Tiga Lama, Kecamatan Pegagan Hilir, sedikitnya ada 6 titik bahu yang rawan longsor dan putus. Sedangkan tebing jalan longsor dan terparah di Desa Bukit Tinggi, badan jalan nyaris putus dan perlu secepatnya dilakukan penanganan serius dari dinas terkait.
Jalan Penghubung di Desa Karing Dairi Rusak Parah

Sementara itu, Jalan yang menghubungkan beberapa desa, tepatnya di Kuta Pakpak Desa Karing Kecamatan Berampu Dairi rusak berat, akibatnya banyak pengendara  mengalami kecelakaan. Hal itu disampaikan warga Desa Karing kepada wartawan, Senin (14/12).

Kalak Saraan (54), Robby Banchin (57), Heap Solin (41) mengatakan, jalan tersebut menghubungkan Desa Karing dengan Kelurahan Kuta Gambir dan Kelurahan Sediangkat Kecamatan Sidikalang. jalan tersebut sudah sekitar tiga tahun lebih rusak tanpa ada perbaikan. Ditambah lagi banyaknya mobil yang beraktivitas membawa batu dari galian C yang membuat kondisi jalan semakin parah. Kondisi jalan sudah kupak-kapik dan berlobang.

Apa lagi intensitas hujan  sangat tinggi beberapa bulan terakhir membuat jalan lebih cepat rusak. Badan jalan yang berlobang akan berisi air sehingga menyulitkan pengendara melalui jalan tersebut. Sehingga tidak jarang pengendara mengalami kecelakaan, bahkan mobil sering terperosok dalam lobang tersebut.
“Setiap hari pasti ada pengendara sepedamotor yang terjatuh di jalan yang rusak. Karena arus lalu lintas di sini ramai khususnya pada jam berangkat sekolah dan  pulang sekolah,” ucap Heap Solin.

Kalak Saraan menambahkan, kerusakan bertambah parah sejak setahun belakangan pasca maraknya galian C di daerah tersebut. Diduga tonase yang berlebihan membuat badan jalan semakin rusak.

Warga mengimbau pengendara supaya berhati-hati untuk melintas dari jalan tersebut. Juga warga berharap supaya Pemkab Dairi untuk segera memperbaiki jalan tersebut, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan. (B05/Dik-TPT/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru