Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Pondok Kasih Gelar Diskusi Peranan Gereja dalam Penanganan HIV/AIDS di P Siantar

- Rabu, 16 Desember 2015 17:57 WIB
641 view
Pondok Kasih Gelar Diskusi Peranan Gereja dalam Penanganan HIV/AIDS di P Siantar
SIB/Dok
PONDOK KASIH: Ketua Pondok Kasih Pdt Erni J Purba MTh bersama Pdt Edwin Sianipar, Pdt Naomi Simarmata, Perwakilan UEM Asia Petrus Sugito, Konselor Paulus Sinaga dan peserta lainnya pada Diskusi Tematis di Pematangsiantar.
Pematangsiantar (SIB)- Sebagai wujud kepedulian terhadap penanganan HIV-AIDS, Pondok Kasih sebagai layanan pendampingan ODHA, turut berpartisipasi mengisi Hari AIDS dengan menggelar berbagai kegiatan seperti diskusi tematis " Peranan gereja dalam penanganan HIV AIDS”, Penyuluhan dan VCT (Voluntary Conseling Test HIVAIDS) di Kafe Tanjung Pinggir bekerjasama dengan RSUD Dr Djasamen Saragih dan pembagian 4.000 brosur informasi HIV-AIDS bagi warga Kota Pematangsiantar.

Menurut Ketua Pondok Kasih Pdt Erni J Purba MTh melalui Konselor HIV AIDS Paulus Sinaga kepada SIB, Selasa (15/12)  dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan tiga gereja, dari GKPI Pdt Edwin Sianipar, Pdt Naomi Simarmata (HKI) dan Pdt Erni J Purba MTh, Perwakilan UEM Asia Petrus Sugito, pemuda GKPS, KDS (Kelompok Dukungan Sebaya), CBR Foundation.

Pondok Kasih, lanjutnya hadir untuk membantu masyarakat yang telah terkena HIVAIDS dan senantiasa memberikan penyuluhan akan bahayanya HIV AIDS. Membangun komitmen gereja dalam penanganan HIV-AIDS sekaligus membangun kemandirian gereja, membangun jejaring dengan lembaga lain yang peduli terhadap penanganan HIV AIDS di kota Pematangsiantar.

Pondok Kasih yang dibangun dan didirikan tiga gereja juga akan senantiasa memberikan informasi yang benar dan tepat tentang HIV AIDS melalui kampanye dan sosialisasi-sosialisasi.

Diharapkannya melalui penyuluhan maupun kampanye yang dilaksanakan, kepada masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah serta berupaya untuk tidak berperilaku resiko tinggi. “Berperilaku sehat hendaknya senatiasa diterapkan melalui lingkungan keluarga oleh masyarakat sehingga dapat  memproteksi diri dan mencegah HIV AIDS juga meminta agar jangan ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA,” ujarnya. (C03/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru