Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Angkola Sangkunur Tapsel Diterjang Banjir, Puluhan Rumah Terendam

- Rabu, 16 Desember 2015 18:40 WIB
486 view
Angkola Sangkunur Tapsel Diterjang Banjir, Puluhan Rumah Terendam
Tapanuli Selatan (SIB)- Desa Simataniari Dusun Sibara-ibara dan Lingkungan 1 Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (14/12), diterjang banjir mengakibatkan sekitar 47 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat lebih aman. Tidak ada korban jiwa, namun ternak hanyut, kebun dan sawah rusak diterjang arus sungai yang meluap.

Jalalluddin Nasution (45), salah seorang warga menyebutkan, akibat banjir tersebut sedikitnya 20 KK mengungsi ke gedung sekolah dasar yang ada dekat desa, sementara 27 KK lainnya menyelamatkan diri ke rumah saudaranya yang tidak terendam banjir di kawasan tersebut. Menurutnya, banjir akan semakin meluas karena hujan masih turun mengguyur kawasan tersebut. “Keluarga saya sudah mengungsi ke SD, saya kuatir mengenai makanan warga yang mengungsi, karena hingga saat ini belum ada bantuan pemerintah. Sementara kita belum bisa bekerja karena lahan pertanian masih digenangi air,” ujar Jalalluddin.

Dikatakannya, banjir terjadi akibat guyuran hujan di kawasan tersebut cukup tinggi dua hari belakangan ini. Hujan turun sejak pagi hingga sore dan sekitar  satu jam kemudian air meluap sehingga meluber dan merendam perkampungan warga yang posisinya berdekatan dengan Sungai (Aek) Sangkunur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel H Ibrahim Lubis dikonfirmasi SIB melalui telepon selularnya, Selasa (15/12) mengatakan bencana banjir di Angkola Sangkunur tersebut sudah mereka ketahui, namun masih menunggu laporan tertulis dari Camat Angkola Sangkunur  M Zein Ritonga.

“Kita sudah tahu itu, namun karena belum ada laporan tertulis camat hingga Selasa sore ini, maka kita belum bisa memberikan bantuan. Kita tunggulah laporan camat, baru kita bisa bergerak ke sana,” katanya. Diakuinya laporan camat hanya secara lisan, maka belum dapat dipastikan bagaimana kerugian warga. (E08/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru