Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Perayaan Natal Punguan Tampubolon Boru, Bere, Ibebere se-Kota Kisaran Penuh Suka Cita

- Kamis, 17 Desember 2015 20:05 WIB
461 view
Perayaan Natal Punguan Tampubolon Boru, Bere, Ibebere se-Kota Kisaran Penuh Suka Cita
Kisaran (SIB)- Janganlah kita jemu berbuat baik, bila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah. Itu adalah tema Perayaan Natal Punguan Tampubolon boru, bere, Ibebere se Kota Kisaran yang berlangsung dengan penuh suka cita. Perayaan Natal di Sopo Godang Adian Nalambok juga dirangkai dengan pemberian bingkisan bagi tiap keluarga serta bingkisan kepada anak yatim piatu, Senin (15/12).

Perayaan Natal diawali dengan kata sambutan penasehat punguan (Op Fridolin), sambutan dari ketua badan pengurus harian punguan (S Tampubolon), perwakilan boru bere/ibebere serta ketua panitia natal (N Tampubolon). Khotbah Natal disampaikan Pdt A Hutahuruk MTh dari Galatia 6;9 mengatakan kebaikan sering dicurigai dan terkadang kebaikan malah dibalas dengan kejahatan. “Jaman ini memang jaman yang serba canggih sehingga banyak orang gampang merasa curiga terhadap kebaikan orang lain.

Akan tetapi, hal itu tidak boleh membuat kita menjadi takut berbuat baik. Bila kita terus-menerus berbuat baik, kecurigaan orang terhadap diri kita akan hilang. Sebagai anak-anak Tuhan, menunjukkan kebaikan seharusnya bukanlah sekedar kegiatan atau program, melainkan gaya hidup. Oleh karena itu, menunjukkan kebaikan seharusnya terjadi secara spontan, bukan terjadi karena direncanakan. Tidak perlu heran bila kita menjumpai orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan. Kita harus berani menanggung semua risiko yang menyertai semua tindakan kita. Tuhan Yesus pun dimusuhi oleh banyak orang, padahal dia selalu berbuat baik,” katanya.

Ketua Panitia natal N Tampubolon dalam sambutannya mengatakan intropeksi diri penting bagi tiap anggota punguan Tampubolon boru, bere/ibebere agar punguan ini dapat menjadi kebanggaan serta bermanfaat bagi orang banyak. Memang, di tiap perkumpulan manapun tentu ada pro dan kontra dan itu adalah hal yang manusiawi. Namun, bukan berarti pro dan kontra itu bisa diakomodir menjadi bentuk sikap negatif sehingga menimbulkan jurang penghambat bagi kesinambungan punguan.

Jadikan pro dan kontra sebagai pelecut kemajuan bersama, Introspeksi diri adalah suatu hal terpenting. “Mari kita bergandengan tangan bersama merayakan Natal ini dan mari kita songsong tahun baru yang tidak akan lama lagi berakhir menjadi momentum terbaik bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi punguan dan horas,” kata notaris itu bersemangat. Usai kebaktian, suasana bertambah meriah dengan berbagai acara hiburan, pemberian talih asih kepada anak yatim piatu, makan bersama, pemberian bingkisan untuk tiap keluarga, door prize serta kidung pujian pun terus mengalun. (D03/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru