Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Bupati Dairi Terima DID Rp 40 M dari Presiden RI

- Jumat, 18 Desember 2015 19:25 WIB
348 view
Bupati Dairi Terima DID Rp 40 M dari Presiden RI
SIB/Dok
SERTIFIKAT: Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang didampingi beberapa SKPD dan pimpinan DPRD menunjukkan sertifikat ditandatangani Menkeu Bambang Brodjonegoro atas capaian pengelolaan keuangan yang baik di Istana Negara Jakarta, Senin (14/12).
Sidikalang (SIB)- Bupati Dairi Johnny Sitohang menerima Dana Insentif Daerah (DID) Rp 40 miliar dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara di Jakarta dan menerima sertifikat sebagai daerah berprestasi atas pencapaian kinerja kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah, kinerja pelayanan dasar publik serta kinerja ekonomi dan kesejahteraan yang ditandatangani Menteri Keuangan, Senin (14/ 12).

Agenda penerimaan tambahan anggaran merupakan rangkaian penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun 2016 bagi menteri, gubernur, bupati dan wali kota. Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Johnny Sitohang menerangkan, presiden menginstruksikan agar kementerian maupun pemerintah propinsi, Bupati dan Wali kota segera meningkatkan percepatan pelaksanaan anggaran, terutama berupa infrastruktur barang dan jasa. Dimulai Januari dan jangan sampai terlambat.

Penyerapan anggaran diperintahkan tidak menumpuk. Presiden, menekankan, anggaran harus tepat sasaran dan berdampak pada masyarakat. Sementara itu, target pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,3 persen dimana laju inflasi dan nilai tukar rupiah terkendali. Bupati menjelaskan, siap menjalankan perintah tersebut. Januari memang harus tender atau paling lama Februari. Dia mengaku bangga mengingat dari Sumut, hanya 3 kepala daerah diundang yakni Dairi, Medan dan Asahan. Ini sebuah atensi istimewa pemerintah pusat ke daerah.

Angka itu dipandang fantastis sebanding kebutuhan. Lanjutnya, sinergisme dengan legislatif perlu dibangun berkesinambungan. Beda pendapat adalah hal wajar dan demikianlah dinamika politik. Substansi terpenting, mesti bermuara pada kepentingan publik. Selama ini, ujar Bupati, uang rakyat dialokasikan demi kepentingan masyarakat. Salah satu contoh adalah pembenahan Sidikalang sebagai ibukota kabupaten. Berkat kedewasaan rakyat, penataan perkotaan mudah dilakukan. (Dik-TPT/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru