Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Banjir yang Merendam Ribuan Rumah di Dua Desa Kampungrakyat Belum Surut

- Selasa, 22 Desember 2015 23:16 WIB
730 view
Banjir yang Merendam Ribuan Rumah di Dua Desa Kampungrakyat Belum Surut
Kampungrakyat (SIB)- Banjir yang merendam Desa Bom Telukpanji dan Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampungrakyat Kabupaten Labusel akibat meluapnya air Sungai Barumun belum surut. Luapan air masih bertahan menggenangi perumahan masyarakat.

Plt Kepala Desa Bom Telukpanji M Husin kepada SIB, Senin (20/12) mengatakan, hingga kini air setinggi 50 Cm hingga 1,5 meter masih menggenangi pemukiman warga. Menurutnya, banjir terparah terjadi di Dusun Batang Saponggol, Dusun Titi Payung, Dusun Labuhan, dan Dusun Tiga Jadi.

"Airnya tidak stabil, setiap hari turun naik. Seperti tadi pagi air tiba-tiba naik tinggi, namun sore ini sudah surut lagi," katanya.

Dikatakan, warga masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing, meskipun aktifitas mereka sangat terbatas. Menurutnya, seluruh warga korban banjir juga sudah menerima bantuan beras dari Pemkab Labusel sebanyak 3,4 ton. "Kemarin beras dari Pemkab Labusel sudah datang. Masing-masing warga menerima 10 Kg beras," katanya.

Kondisi serupa diungkapkan Plt Kepala Desa Tanjung Mulia, Siti Fatimah Hasibuan. Menurutnya, 1.500-an warga korban banjir masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing menunggu air surut.

Dijelaskan, banjir kali ini telah merendam sembilan dusun di desa tersebut yakni, Dusun Sijambu, Dusun Panjomuran, Dusun Rantaukata, Dusun Pintasan, Dusun Ulak Kuba, Dusun Sei Solat, Dusun Sitangko, Dusun Sidomulyo, dan Dusun KN3 Seitoras. Akibat banjir tersebut, aktifitas perekonomian warga di desa tersebut lumpuh total.

"Bantuan dari Pemkab sudah datang sebanyak 15 ton beras seperti yang diajukan dan sudah didistribusikan langsung oleh Bupati, H Wildan Aswan Tanjung kepada masing-masing warga," katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah seorang warga Tanjung Medan Jon Sinaga, karyawan PT Umbul Mas Wisesa, banjir yang menggenangi jalan sepanjang 200 meter itu memutus akses jalan, sehingga para warga menyediakan jasa penyeberangan dengan menggunakan perahu mesin untuk menyeberangkan kendaraan sepedamotor.

"Kalau nyeberang menggunakan jasa perahu bermesin dikenakan tarif cukup mahal, Rp 50 ribu per sepedamotor," katanya.

Karena mahalnya jasa yang ditawarkan masyarakat setempat, kata dia, sebagian warga lebih memilih jalan darat melalui Desa Teluk Panji, meskipun jarak yang harus ditempuh cukup jauh.

"Sebagian warga lebih memilih memutar dari arah Teluk Panji. Namun banyak juga yang menggunakan jasa penyeberangan perahu bermesin yang disediakan warga," katanya. (D16/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru