Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Seribu KK Prasejahtera di Langkat Kecewa

Dua Tahun Dijanjikan, Bantuan Bedah Rumah Tidak Terealisasi

- Senin, 28 Desember 2015 19:18 WIB
339 view
Dua Tahun Dijanjikan, Bantuan Bedah Rumah Tidak Terealisasi
Pangkalansusu (SIB)- Seribuan kepala keluarga (KK), warga ekonomi lemah di Kecamatan Pangkalansusu, Langkat mengaku kecewa terhadap sejumlah Kepala Desa (Kades) yang terkesan melakukan pembohongan terkait janji bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) gelombang kedua.

“Bagaimana tidak, persyaratan administrasi yang diminta telah kami penuhi, bahkan  warga dimintai uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu per KK, tapi hingga menjelang akhir Desember 2015 ini BSPS yang dijanjikan tak kunjung terealisasi,” ujar seorang warga Desa Pangkalansiata, kepada SIB, Minggu (27/12).
Lebih lanjut warga mengatakan, hingga dua tahun waktu berjalan, BSPS tahap kedua yang dijanjikan Kades tak kunjung turun. "Jangan-jangan batuan BSPS dimaksud tidak benar adanya, oknum Kades meminta uang dan persyaratan lainnya hanya sebagai modus untuk mendapatkan uang dari masyarakat," ucap warga Desa Pangkalansiata itu sembari meminta namanya tidak ditulis.

Warga di desa ini rela berkorban untuk melengkapi persyaratan yang diminta bahkan memberi sejumlah uang kepada oknum aparatur pemerintahan desa dengan harapan akan mendapatkan BSPS dari pemerintah pusat seperti yang dijanjikan oknum Kades, tapi kenyataannya sampai hari ini tidak terealisasi, ujarnya kecewa.

Seorang warga Desa Tanjung Pasir, kecamatan yang sama mengatakan, jumlah warga yang telah melengkapi persyaratan adiministrasi termasuk memberikan sejumlah uang kepada oknum Kades maupun kepada oknum Kadus di Desa Tanjungpasir diperkirakan mencapai 300-an KK.

Sejumlah Ibu Rumah Tangga ketika ditanya kenapa mereka enggan menyebutkan identitasnya, mereka menyebut takut namanya terhapus dari daftar peserta penerima bantuan bedah rumah. “Pada tahun sebelumnya tahap pertama dana BSPS dikucurkan sebesar Rp 7,5 juta/KK di Desa Alur Cempedak, ada beberapa warga yang terkendala mendapat bantuan karena memberi informasi kepada wartawan, jadi tolong nama kami jangan ditulis,” pinta warga.

Parahnya lagi, ada beberapa Kades di Kecamatan Pangkalansusu seperti Kades Pintu Air, Pulau Sembilan, Alur Cempedak dan Kades Sei Siur hingga masa jabatannya berakhir, bantuan bedah rumah yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Kades Tanjung Pasir M Jamil dikonfirmasi SIB baru-baru ini melalui selularnya mengatakan, pihaknya tetap memperjuangan bantuan BSPS untuk warganya. “ Niat kita tulus membantu warga, uang sebesar Rp 100 ribu yang diterima dari warga itu digunakan melengkapi administrasi,” katanya.

Ditanya, jumlah warga yang didaftarkan sebagai calon penerima bantuan BSPS, dia menyebut berjumlah 347 KK. “Uang yang kita terima digunakan untuk membeli materai, pembuatan proposal dan biaya perongkosan untuk menemui konsultan ke Jakarta. Namun sampai saat ini bantuan dimaksud belum turun,” katanya.

Secara terpisah dikonfirmasi, Kades Pangkalansiata, Ngatirin tidak membantah oknum perangkat desanya telah meminta uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu dari sejumlah warganya. “Jika ada warga yang  keberatan, uang mereka akan dikembalikan,” sebutnya sembari mengatakan calon penerima bantuan di desanya sebanyak 200 KK lebih.

Sementara, Plt Kades Desa Alur Cempedak, Siti Khadijah ketika dikonfirmasi wartawan terkait pengutipan sejumlah uang kepada warga, mengaku tidak mengetahui. Jika pun ada, itu dimasa oknum Kades yang lama. Disinggung jumlah warga yang tercatat sebagai penerima program BSPS pada gelombang kedua, dia menyebut ada 350 KK yang terdaftar, sedangkan 214 KK telah terealisasi pada gelombang pertama.

Warga yang berharap akan mendapat bantuan BSPS dan sebahagian dari mereka telah dipungut sejumlah uang yakni warga Desa Alur Cempedak, Tanjungpasir, Pangkalansiata, Sei Seiur, Pulau Sembilan dan Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalansusu. (B04/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru