Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026
Wujudkan Tapanuli Utara Lumbung Pangan

Nikson Nababan Beri Petani Pupuk Bersubsidi Bayar Pasca Panen

- Selasa, 29 Desember 2015 23:31 WIB
672 view
Nikson Nababan Beri Petani Pupuk Bersubsidi Bayar Pasca Panen
SIB/ Posma Simorangkir
PUPUK : Bupati Taput Nikson Nababan foto bersama Camat Siatas Barita Betty Sitorus, Direktur Perusda Pertanian Lambas Hutasoit dan para petani penerima pupuk bersubsidi bayar pasca panen, Rabu (23/12) di Aula Martabe Kantor Camat Siatas Barita.
Tarutung (SIB)- Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan melakukan terobosan baru mewujudkan mimpinya menjadikan daerah Taput sebagai lumbung pangan dengan pemberian pupuk bersubsidi kepada petani dengan sistem bayar pasca panen dan mencetak sawah percontohan 1 hektare tiap desa.

Kedua program ini dilaksanakan akhir tahun 2015 yang merupakan musim tanam padi di Tapanuli Utara. Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Siatas Barita mendapat kesempatan menerima pupuk bersubsidi bayar pasca panen tersebut yang diserahkan bupati, Rabu (23/12) di Aula Martabe Kantor Camat Siatas Barita.

“Program pupuk bersubsidi bayar pasca panen lama terwujud. Mulai saat ini sudah dapat kita laksanakan secara bertahap. Hal ini dalam rangka mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan sekaligus melepaskan petani dari cengkraman tengkulak,” ujarnya.

Selain penyaluran pupuk bersubsidi bayar pasca panen, menurutnya pencetakan sawah percontohan satu hektare di setiap desa sudah dilaksanakan ditangani Dinas Pertanian Tapanuli Utara. “Banyak lagi program yang kita jalankan secara bersamaan. Semuanya untuk mempercepat terwujudnya daerah ini sebagai lumbung pangan. Kita telah membeli alat berat untuk pembukaan jalan. Nanti akan dilanjutkan pengadaan traktor untuk mengolah lahan pertanian. Petani dapat memanfaatkannya secara bergiliran,” tegasnya.

Targetnya dalam tiga tahun ini, setiap kecamatan harus memiliki dua traktor yang akan digunakan petani mengolah lahan pertaniannya dan membuka lahan pertanian baru, sehingga tidak banyak lagi lahan tertidur. “Tahun 2020 setiap desa harus mempunyai satu traktor. Nanti hasil panen petani akan kita jual secara sistem lelang. Makanya Perusda Pertanian harus kita perkuat agar mampu menampung hasil panen petani. Jadi harga tidak lagi ditentukan tengkulak atau toke-toke. Tapi menyesuaikan harga pasar yang bersaing,” sebutnya.

Menurutnya, semua program itu dikerjakan untuk mempercepat perubahan menuju kemajuan daerah dan kesejahteraan warganya. “Saya programkan perubahan. Kini tinggal kemauan masyarakat apa mau berubah. Kalau tidak didukung dengan perubahan dalam diri  masyarakat, maka perubahan itu mustahil terwujud. Jangan menunggu orang lain untuk merubah keadaan anda, berbuat untuk berubah,” pungkasnya.

Diinformasikan, saat ini sedang dan akan dikerjakan pembanganan tiga bendungan besar di Tapanuli Utara, yakni Bendungan Aek Sigeaon yang sedang dibangun, Bendungan Sidilanitano di Siborongborong  dan Bendungan di Pahae yang akan dibangun pada 2016 dibiayai APBN.

Pembangunan ketiga bendungan itu, katanya untuk pengairan lahan persawahan di sejumlah tempat di Tapanuli Utara dalam mewujudkan daerah ini sebagai lumbung pangan.

Sebelumnya, Direktur Perusda Pertanian Tapanuli Utara Lambas Hutasoit menyampaikan program pupuk bersubsidi bayar pasca panen merupakan yang pertama di Indonesia.

Sebanyak lima kecamatan yang mendapat program tersebut di musim tanam 2015 ini yakni Kecamatan Tarutung, Siatas Barita, Sipahutar, Pagaran dan Siborongborong dan tahun  2016 seluruh desa di Tapanuli Utara dapat merasakannya.

Turut memberikan sambutan Camat Siatas Barita Betty Sitorus dan dihadiri Kapolsek dan Danramil Tarutung, Staf Ahli Martogi Sitorus, Rahman Situmeang dan Rosdiana Manurung dan sejumlah SKPD. (BR5/y)


 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru