Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026

Warga Minta Dinas PU Langkat Perbaiki Jalan Rusak Parah Hinai-Padangtualang

- Rabu, 06 Januari 2016 22:43 WIB
353 view
Warga Minta Dinas PU Langkat Perbaiki Jalan Rusak Parah Hinai-Padangtualang
Langkat (SIB)- Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Langkat, diminta agar segera memperbaiki jalan yang menghubungkan Pasar X Kecamatan Hinai hingga ke perbatasan Kecamatan Padang Tualang karena kondisinya rusakĀ  parah.

"Kondisi jalan menghubungkan dua kecamatan itu rusak parah," kata salah seorang warga Zulkifli di Hinai, Selasa (5/1).

Kondisi jalan tersebut benar-benar sangat memprihatinkan sepanjang lima kilometer rusak parah, dan warga harus ekstra hati-hati bila hendak melintas di sana, katanya.

Apalagi menuju ke sana juga ada perbaikan jembatan akibat jembatan yang lama rusak dilalui truk bertonase lebih yang mengangkut material galian C berupa koral, kerikil, yang dibawa ke berbagai tempat.

"Jalan penuh dengan lubang besar, berdebu, sehingga pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat bila melintas dipastikan pakaian yang dikenakan, kendaraan yang dipakai penuh dengan debu," katanya.

Padahal kawasan yang dilalui itu, merupakan jalan alternatif cepat untuk menuju kawasan wisata Tangkahan Kecamatan Batang serangan, namun perhatian untuk perbaikannya nampaknya terabaikan, dan tidak menjadi skala prioritas.

Selain jalan rusak, pihaknya berharap agar Dinas Perhubungan Langkat juga menetapkan batasan tonase truk pengangkut material galian C yang bisa melintas di badan jalan, agar tidak semakin hancur.

"Bila tidak ada batasan angkutan material galian C, maka badan jalan kerusakan akan semakin parah, dan itu berakibat bagi pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas," ujarnya.

Ramli warga lainnya mengungkapkan seharusnya Dinas Pekerjaan Umum Langkat lebih memprioritaskan pembangunan jalan-jalan menuju kawasan wisata untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Potensi PAD kita belum tergali secara maksimal, seharusnya dari sektor pariwisata ini bisa menjadi alternatif untuk menambah pendapatan, untuk itu PUD harus bisa melihat mana yang harus menjadi skala prioritas," katanya.

Ia mencontohkan Jalan Proklamasi Stabat yang masih mulus, malah diperbaiki dengan biaya Rp16,7 miliar, hanya ingin mengejar perolehan Adipura, sementara jalan yang berpotensi meningkatkan PAD karena banyaknya kawasan wisata diabaikan.

Untuk itu pihaknya berharap agar Pemkab Langkat tahun 2016 ini menentukan skala prioritas mana yang mau diutamakan meningkatkan potensi PAD atau mengejar prestasi lain, namun tidak memberikan dampak besar bagi peningkatan ekonomi kerakyatan khususnya warga di pedesaan. (Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru