Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Tertib Berlalulintas

- Minggu, 29 Juni 2014 18:31 WIB
323 view
Tertib Berlalulintas
Korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas secara nasional  berdasarkan keterangan pihak kepolisian mencapai 29.000 orang, di Sumut  lebih dari 7000 orang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas seperti faktor jalan, kendaraan, namun umumnya karena kelalaian, ketidakdisiplinan atau tidak tertibnya pengemudi kendaraan.

Pada masa kini, sepertinya sudah menjadi pandangan yang lumrah, walaupun traffic light merah, para pengendara seenaknya saja tetap melaju walaupun seharusnya berhenti. Pengendara dari arah yang lampu hijau justru harus melaju hati-hati, mengantisipasi adanya kendaraan yang menerobos lampu merah. Kendaraan yang seharusnya berhenti di belakang garis pada saat lampu merah, justru terus merengsek ke depan menunggu waktu yang tepat menerobos maju walaupun lampu belum hijau. Dan hal yang sangat riskan, sering terjadi, para pengemudi atau pengendara sepeda motor dengan santainya mengemudi sambil bercakap-cakap melalui handphone. Satu tangan memegang stir yang satu lagi memegang handphone.  Para pengendara sepeda motorpun sering dengan seenaknya memakai trotoar hingga mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Keruwetan lalu lintas juga bukan hal aneh lagi, para pengendara  baik itu  kendaraan pribadi atau angkutan umum dengan seenaknya menyalib kendaraan lain dari kiri, atau belok tiba-tiba tanpa memberi tanda dengan menyalakan lampu tangan. Tidak peduli dengan keselamatan pengendara  lainnya.

Dengan kondisi tersebut, sebenarnya kita tidak heran bila angka kecelakaan lalulintas tinggi dan banyak nyawa melayang dengan sia-sia serta besarnya kerugian material. Rambu lalu lintas, kelengkapan berkendaraan, aturan  dan himbauan yang dibuat pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya diabaikan. Padahal itu dibuat untuk keselamatan pengendara dan pengguna jalan raya.

Akibat kesadaran berlalu lintas yang rendah, bukan hanya kecelakaan lalulintas saja yang terjadi, banyak juga efek lainnya seperti kemacetan .

Memang pemerintah harus tetap bekerja  keras  mendidik masyarakatnya  untuk disiplin berlalu lintas, namun itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah sendiri. Tertib lalu lintas tanggung jawab bersama. Jadi  sekarang saatnya, kita masyarakat pengguna jalan meningkatkan budaya sadar dan disiplin berlalulintas, patuhi aturan yang ada, untuk kebaikan bersama. Semua hal yang dilakukan aparat berwenang seperti aksi simpati, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, peringatan atau hukuman, tidak akan  berhasil bila kita sendiri tetap tidak peduli. Janganlah kita hanya tertib saat ada aparat yang mengawasi karena takut ditindak. Mari  renungkan, betapa berharganya nyawa kita. Untuk itu, tegakkan kesadaran dan disiplin untuk keselamatan bersama.(###)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru