Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Gas 3 Kg Menghilang di Medan Timur, Medan Perjungan dan Medan Tembung

- Kamis, 20 November 2014 09:53 WIB
395 view
Medan (SIB)- Warga Medan Timur, Medan Perjuangan dan Medan Tembung keluhkan gas 3 kg menghilang dari peredaran, walaupun ada tetapi harganya sudah melambung tinggi Rp 27.000 per tabung, padahal harga biasanya Rp 18.000 per tabung.

Esra Pasaribu warga Jalan Pasar II Permai mengeluhkan keberadaan gas yang menghilang selama 1 bulan terakhir. “Saya sudah mencari di pangkalan dan agen, semua kosong. Tinggal tabung kosong yang menumpuk, yang ada hanya gas 12 kg tetapi harganya tinggi saya tidak mampu membelinya,” katan Esra kepada SIB, Rabu (19/11) di Medan.

Tessa penjual mie di Medan Tembung juga mengeluhkan kosongnya gas subsidi pemerintah yang harganya Rp 18.000. Akibat kosongnya gas subsidi itu, terpaksa membeli gas 12 kg yang harganya jauh lebih mahal untuk digunakan memasak mie dagangannya.

“Saya bingung, sudah harga BBM subsidi naik, gas 3 kg juga tidak ada, padahal harga mie yang saya jual belum saya naikkan sebab jika saya naikkan akan berkurang omset karena daya beli masyarakat di sekitar sini juga masih lemah alias miskin,” keluhnya.

Ia meminta Pertamina segera mendistribusikan gas 3 kg kepada masyarakat, sehingga masyarakat miskin tidak terus menerus resah. Saat ini tarif angkutan umum sudah naik 10 persen, harga-harga kebutuhan pokok juga merangkak naik akibat BBM subsidi naik. 

Hal senada juga dikatakan ibu rumah tangga A br Panggabean yang mengaku mengeluh dengan kosongnya gas 3 kg, sehingga jika memasak ia terpaksa menggunakan minyak tanah yang harganya perliternya Rp 8.000. “Saya sudah mencari kemana-mana, tetapi tinggal tabung gas yang kosong. Baik  di pangkalan, grosir  maupun dan lainnya, sehingga saya membeli minyak tanah yang harganya juga mahal dibanding gas 3 kg,” ujarnya.

Sementara Ketua LSM Lamas yang melakukan investigasi ke lapangan mengatakan ada dugaan oknum agen yang mengoplos gas 3 kg dengan cara menyuntik gas 3 kg  ke gas 12 kg sehingga mendapat untung yang besar.

“Hasil investigasi kami di lapangan bahwa ada oknum yang melakukan pengoplosan dengan menyuntik gas 3 kg ke tabung 12 kg, sehingga gas 3 kg menghilang dari peredaran. Karena itu kami meminta pihak kepolisian menangkap pengoplos gas 3 kg yang sangat meresahkan masyarakat miskin,” ujar Ketua Lamas Drs Endi Nababan didampingi Sekretaris Raja S Nainggolan SH. (A19/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru