Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Disbun dan Apkasindo Sumut Kunjungi Kebun Petani Swadaya di Siak

- Kamis, 23 Juni 2016 14:56 WIB
662 view
Disbun dan Apkasindo Sumut Kunjungi Kebun Petani Swadaya di Siak
Rombongan Disbun dan Apkasindo Sumut foto bersama di Kebun Petani Binaan Asian Agri di Kampung Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Riau
Medan (SIB)- Kesuksesan  bermitra dengan petani plasma selama lebih dari 28 tahun, memotivasi Asian Agri  memperluas kemitraan dengan petani swadaya, yakni para petani sawit yang ada di sekitar unit-unit bisnis perusahaan.

"Kesuksesan ini, mendorong kami untuk mengembangkan kemitraan dengan lebih banyak petani sawit lagi. Sejak 2012 kami mulai menjalin kemitraan dengan petani swadaya, dan sampai Mei 2016 sudah bermitra dengan 6.357 KK petani swadaya, dengan luasan kebun yang telah mendapatkan pembinaan 21.252 Ha.
Kemitraan dengan petani sudah jadi model bisnis unggulan. Saat ini 50% dari pasokan TBS Asian Agri berasal dari para petani binaan," kata Pengarapen Gurusinga pada saat kunjungan rombongan Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Apkasindo (Assosisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Sumut, Bank Syariah Mandiri  ke kebun petani binaan Asian Agri, Selasa lalu di Siak.

Pada kunjungan tersebut, rombongan meninjau lahan petani binaan Asian Agri  yang tergabung dalam KUD Mulus Rahayu   di Kampung Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Kebun sawit KUD Mulus Rahayu adalah kebun sawit binaan Asian Agri yang saat ini sedang melaksanakan replanting dan berhasil sebagai petani sawit pertama di Indonesia yang mendapatkan dana bantuan peremajaan sawit dari BPDP-KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) pada 5 April 2016.

Di sela-sela kunjungan ini, Ketua KUD Mulus Rahayu, Parwito turut berbagi pengalaman terkait bagaimana kelompok ini sukses, sampai akhirnya mereka siap untuk replanting dan berhasil mendapatkan dana hibah dari BPDP-KS.

Menurut Parwito, Asian Agri sangat berperan dalam mendukung keberhasilan kelompok taninya. Pendampingan yang dilakukan perusahaan mereka rasakan sangat membantu, terlebih lagi pada masa-masa pengambilan keputusan untuk melakukan replanting sawit.

"Dari 352 orang  petani yang tergabung dalam KUD Mulus Rahayu dengan luasan sekitar 702 Ha, saat ini baru 310 ha yang semangat untuk replanting, padahal usia sawit sudah tidak ekonomis lagi. Untung ada mitra kami, Asian Agri yang terus memberikan pendampingan dan dukungan sehingga kami berhasil mendapatkan dana hibah replanting dari BPDP-KS. Saat ini proses replanting sedang berjalan," ujarnya.

Ketua Apkasindo Ir Gus Dalhari Harahap mengapresiasi Asian Agri dan berharap diikuti oleh perusahaan lainnya.

"Kebun petani Sumut sudah banyak yang harus replanting, namun terkendala karena ketidaksiapan pendanaan. Melihat kemitraan yang telah dilakukan Asian Agri,  yang mendukung peningkatan produktivitas  petani binaanya bahkan menghantarkannya sampai berhasil mendapatkan dana replanting,  sungguh hal yang patut diapresiasi dan sebaiknya dilakukan juga oleh perusahaan lainnya. Tujuan kita sama yakni memajukan perkelapa sawitan yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat" ujarnya.

Ia berharap agar kemitraan yang telah dibangun perusahaan di Riau ini dapat juga dapat dikembangkan kepada para petani swadaya yang ada di Sumatera Utara.

Sementara itu, Ir Herawati N M.MA,  Kadis Perkebunan Sumut, mengatakan bahwa cikal bakal kelapa sawit awalnya adalah Sumatera Utara.  Awalnya hanya 4 pohon, saat ini telah menjadi 4 juta pohon.

"Apa yg dibuat Asian Agri adalah suatu tantangan dan peluang bagi kita," katanya.

Ia berharap agar dukungan berbagai pihak, khususnya perbankan untuk dapat memberikan kemudahan dalam pendanaan karena kendala replanting salah satunya adalah pendanaan. (Rel/R5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru