Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Terkait Vaksin Palsu, BBPOM Telusuri Fasilitas Kesehatan

- Selasa, 05 Juli 2016 09:57 WIB
108 view
Terkait Vaksin Palsu, BBPOM Telusuri Fasilitas Kesehatan
Medan (SIB)- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menelusuri sepuluh fasilitas kesehatan yang ada di Sumatera Utara untuk melakukan audit fisik kemungkinan keberadaan vaksin palsu beredar di Sumut.

"Masih dalam penelusuran terhadap kemungkinan keberadaan vaksin palsu itu. Kita sudah datangi sarana kesehatan baik swasta maupun pemerintah. Saat ini baru 10 fasilitas kesehatan yang diaudit. Jadi masih ditelusuri," kata Kepala BBPOM Medan, Ali Bata Harahap, Selasa.

Ali Bata mengatakan, BBPOM juga membentuk lima tim yang diturunkan untuk melakukan pemeriksaan ke sarana kesehatan itu. Namun, sejauh ini belum ditemukan peredaran vaksin palsu di Medan.

"Penelusuran yang dilakukan BBPOM ke sejumlah tempat yang menjadi lokasi sarana pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit swasta, pemerintah, Puskesmas, serta klinik yang melayani vaksinasi. Selain itu, tempat lain yang memungkinkan terdapat peredaran vaksin palsu juga kita telusuri," jelasnya.

Dia mengakui BBPOM cukup kesulitan membedakan kemasan vaksin asli dan yang palsu. Karena itu vaksin yang ada di berbagai fasilitas kesehatan akan diuji kandungannya di laboratorium.

"Dari kemasan tidak bisa menyimpulkan, makanya kita uji dulu apa kandungan vaksin palsu itu. Kita harus telusuri dari mana mereka dapat, kalau katanya dari Biofarma, akan diklarifikasi ke sana, harus ada dokumen penyerahan. Karena pembelian vaksin itu melalui jalur resmi," urainya.

Menurut Ali Bata penelusuran terhadap vaksin palsu ini sudah mereka lakukan sejak isu itu mencuat. Penelusuran akan dihentikan, apabila pihaknya sudah yakin tidak ada peredarannya.

"Tanpa adanya isu ini pun sebenarnya, BBPOM terus melakukan penelusuran terhadap produk ilegal. Kita juga menghimbau masyarakat agar dalam melakukan vaksin dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan resmi. Supaya menghindari kemungkinan mendapatkan vaksin palsu," imbaunya. (A05/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru