Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Ketua PGID Medan Pdt Martin Manullang Apresiasi Polresta Razia Warnet

- Minggu, 14 Agustus 2016 11:00 WIB
359 view
Ketua PGID Medan Pdt Martin Manullang Apresiasi Polresta Razia Warnet
Medan (SIB)- Razia yang dilakukan Polres Medan di sejumlah warnet diapresiasi Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Daerah (PGI-D) Kota Medan Pdt Martin Manullang STh MM. Disebutkan, razia tersebut untuk mengurangi anak-anak sekolah menghabiskan waktu di warnet. Aksi itu diharapkannya dilakukan secara terus menerus agar ada efek jeranya bagi anak-anak dan pengusaha warnet.

Kerja Kapolresta Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto itu kata Pendeta HKBP Johor ini, sudah sangat bagus dan hendaknya ditindaklanjuti oleh Pemko Medan sebagai pemberi izin usaha warnet. Pemko harus membuat peraturan yang keras bagi pengelola warnet tentang jam tayang dan jam bagi anak sekolah. "Kalau pengelola warnet membandel, dicabut saja izin usahanya," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (13/8).

Polresta Medan kata Pdt Martin, melakukan razia karena banyak pengelola yang sudah melanggar aturan. Pengamatan polisi tentunya karena melanggar jam malam dan kebebasan anak sekolah. Di ibadah minggu maupun partangiangan, dia sudah sering mengingatkan kepada orang tua warga HKBP agar jangan membiarkan anaknya berkeliaran di warnet sampai larut malam.

Keberadaan anak-anak di rumah harus diperhatikan orangtua, apalagi anak-anak  remaja yang sedang mencari jati dirinya. Tanpa bimbingan iman dan kontrol dari orang tua maka anak-anak gampang terpengaruh. Sangat disayangkan kalau anak-anak dibiarkan orangtua main game di warnet sampai larut malam. Karena di usia muda anak-anak harus dibina dengan baik untuk masa depan mereka, jangan sampai warnet yang membina dan mengarahkan pemikirannya.

"Kalau tujuannya untuk mengerjakan soal yang harus dilihat di Google itu tidak apa-apa. Tapi kalau hanya untuk main game, melihat situs-situs porno maka akan merusak  pemikiran anak-anak. Sering juga warnet dijadikan sebagai lokasi transaksi dan mengedarkan narkoba. Izin dari Pemko tentu ada aturan atau batasan yang harus dipatuhi pengelola, tapi kenyataannya banyak warnet yang buka 24 jam dan anak-anak terdapat di sana. Kekhawatiran itu sudah dijawab oleh Polresta Medan dengan melakukan  razia. Kami yakin Pemko akan menindaklanjutinya dengan peraturan yang tegas terhadap pengelola warnet, " tuturnya. (A10/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru