Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Distribusi NaCl akan Disesuaikan Kebutuhan RS

- Selasa, 16 Agustus 2016 11:15 WIB
382 view
Distribusi NaCl akan Disesuaikan Kebutuhan RS
Medan (SIB)- Pada tahun 2017 mendatang, distribusi cairan Natrium Chlorida (NaCl) akan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit (RS). Hal tersebut, segera diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang akan diterbitkan.

Langkah ini, dilakukan agar penggunaan cairan NaCl berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, cairan tersebut ada yang diperuntukkan khusus untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan juga pasien reguler, namun dengan merek yang berbeda.

"Dikhawatirkan terjadinya penyalahgunaan. Seharusnya NaCL nya untuk pasien BPJS tetapi diberikan kepada pasien umum. Jadi aturan ini untuk menghindarinya," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Drs Agustama Apt MKes kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/8) menanggapi berita terjadinya kelangkaan NaCl.

Untuk menyesuaikan kebutuhan tersebut, kata Agustama, akan dilihat dari jumlah pasien yang masuk per harinya ke RS. Setelah itu, dikalikan sebulan baru diketahui berapa kebutuhan NaCl per hari setiap rumah sakit. "Nanti ditaktiskan. Dari situ kita tahu berapa penggunaan cairan NaCl dari masing-masing RS," jelasnya.

Agustama menambahkan, pemenang tender untuk semua fasilitas kesehatan baik RS dan dinas di seluruh Indonesia oleh Kemenkes adalah pabrik Widatra. Untuk harga cairan Ringer Laktat (RL) 500 CC harganya Rp7.150 dan NaCl 500 CC Rp6.410 sementara distributornya untuk pabrik Widatra dan Otsuka yaitu Merapi.

"Harga dari Otsuka juga sama dengan dari Widatra, tetapi Otsuka tidak memakai ekatalog. Ada juga Pedagang Besar Farmasi (PBF) lain seperti Dos ni roha, Bil bround dan Sanbe. Tetapi, harga Bil bround lebih murah untuk RL Rp6.300 dan NaCl Rp5.750, pabriknya di Penang. Namun kalau harga dari Sanbe lebih mahal," sebut Agustama.

Sementara untuk ketersediaan RL dan NaCl yang sempat dikabarkan kosong, Agustama menegaskan, stoknya masih banyak hingga ratusan ribu botol yang tersedia. "Tadi, kita panggil PBF, mereka katakan RL dan NaCl tidak kosong. Ada stok untuk RS pemerintah dan Puskesmas. Begitupun stok di gudang kita juga ada," pungkasnya. (A18/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru