Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026
Soal Aksi Bom di Medan

Anggota Komisi III DPR RI Ingatkan Polri dan TNI Jangan Lengah

- Senin, 29 Agustus 2016 10:35 WIB
246 view
Anggota Komisi III DPR RI Ingatkan Polri dan TNI Jangan Lengah
Medan (SIB)- Aksi bom bunuh diri yang gagal di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansyur No 75, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (28/8) merupakan pelajaran bagi aparat Polri dan TNI untuk tidak pernah lengah karena teroris tetap masih ada. Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan ketika diwawancarai sejumlah awak media saat menyambangi Mapolresta Medan, Minggu (28/8) sore.

Dikatakan Trimedya, ia mengetahui adanya teror bom bunuh diri itu pada Minggu pagi dari media sosial. "Makanya saya langsung turun ke Medan. Tadi saya sudah ke TKP dan melihat langsung kejadiannya. Saya juga sudah janjian dengan Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kalau saya mau datang ke Mapolresta," ujarnya.

Peristiwa itu, sambungnya merupakan sinyal bahwa teroris masih ada.

"Ini juga pelajaran dari aparat Polri dan TNI untuk tidak pernah lengah, jangan pada saat ada kejadian baru berjaga-jaga. Kita meminta Kapolda Sumut dan Kapolresta Medan supaya secepatnya mengungkap jaringannya, serta bisa mengungkap apakah daya ledaknya ini tinggi. Karena pada saat saya ke TKP, tadi disampaikan pengurus gereja bahwa jemaat yang sedang beribadah tadi sekira hampir 400 orang. Kalau bom rakitan itu berdaya ledak tinggi, bisa kita bayangkan korban yang muncul bisa mencapai ratusan orang. Inilah yang harus dilakukan aparat kepolisian di Sumatera Utara. Makanya itu saya datang ke Mapolresta menanyakan sejauh mana langkah-langkah dan sudah sejauh mana pengembangan dari peristiwa ini.

Dia meminta kepada Kapolres supaya cepat mengungkap peristiwa ini. Kapolda juga harus mengintruksikan ke seluruh jajarannya jangan pernah lengah. "Bisa saja hari ini di Medan, kemudian besok di Bandung dan lusa di Surabaya atau Pekanbaru. Paling tidak sinyal yang mereka berikan, bahwa mereka masih ada," pungkasnya. (A17/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru