Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pemotongan Hewan Kurban Harus Perhatikan Aspek Kebersihan dan Lingkungan

- Minggu, 11 September 2016 09:56 WIB
258 view
Pemotongan Hewan Kurban Harus Perhatikan Aspek Kebersihan dan Lingkungan
Medan (SIB)- Meskipun dilakukan secara tradisional dan serba darurat namun hendaknya masyarakat khususnya tukang jagal hewan kurban memperhatikan aspek higiene-sanitasi,  dan kesehatan lingkungan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Drs Wardijah MSi dalam coffee morning Forum Grup Diskusi (FGD) bersama Ketua MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah, MA, perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di Ruang Transfaransi Kantor Diskominfo Sumut Kamis (8/9). Hadir Plh Kadiskominfo M Ayub.

Dikatakan Wardijah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai seleksi dan persyaratan bagi hewan kurban yakni pemeriksaan ante-mortem dinyatakan sehat dengan ciri berbulu bersih, lincah, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal. Tidak memiliki cacat dan cukup umur.

"Untuk kambing atau domba berumur di atas satu tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Kalau sapi dan kerbau di atas dua tahun juga ditandai denga tumbuhnya sepasang gigi tetap. Tidak kurus dan jantan tidak dikastrasi atau dikebiri, testis dan buah zakar masih lengkap dan bentuk serta letaknya simetris,"ujarnya.

Sedangkan untuk persyaratan petugas penyembelih adalah laki-laki dewasa, sehat jasmani dan rohani dan memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar. Untuk peralatan penyembelihan harus dengan pisau atau golok yang tajam sehingga menjamin dapat memutus pembuluh darah, tenggorokan dan saluran makanan, serta senantiasa terjaga kebersihannya dan tidak berkarat.

Selain hewan dan petugas penyembelih yang perlu diperhatikan lanjut Wardijah adalah sarana yang diperlukan diperhatikan untuk proses penyembelihan yakni kandang penampungan sementara harus bersih, kering dan mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan. Tempat penyembelihan yang kering terpisah dari sarana umum serta tempat penjualan makanan dan minuman. Lubang penampungan darah berukuran 0,5 x 0,50 x 0,5 meter untuk 10 ekor ambing dan 0,5x0,5x1 meter untuk 10 ekor sapi. Tersedia air bersih yang mencukupi, tempat khusus untuk penanganan daging dan terpisah dari penanganan jeroan.

Lebih lanjut dikatakan Wardijah setelah persyaratan tersebut terpenuhi yang tidak kalah penting diperhatikan adalah tatacara penyembelihah halal dengan tata cara agama Islam sesuai fatwa majelis Ulama Indonesia (MUI) dan persyaratan teknis hiegene dan sanitasi.

Dalam kesempatan itu Wardijah juga mengatakan,  peran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut dalam pengawasan sifatnya hanya melakukan koordinasi dengan kabupaten kota. Seperti halnya saat pemotongan hewan kurban pada 12 September 2016 mendatang Pemprovsu hanya menerima laporan terkait jumlah hewan kurban yang dipotong dimasing-masing kabupaten kota.

Sementara itu Ketua MUI Sumut Abdullah Syah memaparkan manfaat dan pentingnya umat Islam melaksanakan kurban. Apalagi perintah berkurban seperti yang tertera dalam Surat Al Kautsar sejalan dengan perintah shalat.

Dalam kesempatan itu Abdullah mengajak seluruh umat islam khususnya yang memiliki kemampuan untuk berkurban memanfaatkan momentum Idul Adha untuk berbagi kebahagian kepada para fakir miskin. Dengan banyaknya masyarakat yang berkurban maka semakin banyak fakir miskin yang turut merasakan kebahagian. Apalagi lanjut Abdullah, Rasul mengatakan agar umatNya bermurah-murah pada saat hari raya, bersedekah dan memberi bantuan kepada fakir miskin.(A12/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru