Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Persoalan Dwelling Time dan Isu Pungli di Pelabuhan Belawan

Antisipasi Terjadinya Pungli, TPFT Diharapkan Bekerja Optimal

- Selasa, 20 September 2016 10:13 WIB
340 view
Antisipasi Terjadinya Pungli, TPFT Diharapkan Bekerja Optimal
Medan (SIB)- Mengantisipasi terjadinya pungutan liar (pungli) yang berembus kerap terjadi di Pelabuhan Belawan, diharapkan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dapat bekerja secara optimal. Hal itu dikatakan Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM menyikap persoalan di Pelabuhan Belawan saat diwawancara SIB di Medan, Minggu (18/9).

Menurut Hendrik, fasilitas tersebut dapat dioptimalkan untuk menunjang kegiatan pemeriksaan fisik bea cukai dan karantina dengan mekanisme pemeriksaan karantina dilakukan terlebih dahulu sebelum respons kepabeanan atau secara bersama sama (join inspection). "Dengan adanya layanan TPFT optimal, proses waktu kegiatan pemeriksaan (behandle) peti kemas impor menjadi lebih efektif karena sudah menggunakan sistem online yang terintegrasi. Dan menghindari terjadinya pungli karena didukung oleh informasi teknologi (IT) yang canggih. Dari segi fasilitas, pengguna jasa mendapatkan fasilitas yang nyaman, akses informasi cepat dan akurat serta sarana dan prasarana yang sangat mendukung kegiatan behandle," katanya.

Selain itu, dengan berada di dalam pelayanan satu atap, waktu yang dibutuhkan bagi pengguna jasa menjadi lebih cepat. Tak hanya itu, ia menilai dengan adanya sistem online dan didukung dengan fasilitas TPFT yang lengkap dan modern, menjadikan pemeriksaan cepat pemindahan peti kemas dari lapangan penumpukan ke lapangan behandle, sudah berdasarkan sistem dan tidak menunggu permintaan pengguna jasa lagi.

"Keuntungan menggunakan fasilitas TPFT, pemeriksaan bisa dilakukan bersama antara Bea dan Cukai dan Karantina, secara online dan dengan lokasi pemeriksaan/behandle yang berada terpisah dari lokasi penumpukan peti kemas di terminal, sehingga mengurangi mobilitas orang di dalam lapangan penumpukan peti kemas di terminal. Jadi dengan BC dan karantina memeriksa seluruh barang yang terkena atensi itu tidak mengakibatkan dwelling time lama.
Proses kerja di TPFT sudah mengikuti aturan karantina dan bea cukai yang berlaku," terangnya.

Hendrik mengapresiasi PT Pelindo I yang sudah membangun 4 unit cold storage hortikultura yang akan digunakan untuk aktivitas ekspor bahan makanan. "Memang Sumut adalah gudangnya komoditas pangan. Jadi prosesnya harus dihilirisasi ke Belawan baru dikapalkan ke manca negara," jelas Hendrik.
Hendrik menambahkan, optimalisasi dalam pelayanan TPFT kepada pengguna jasa dan masyarakat ini diharapkan wujud keseriusan dan bentuk komitmen PT Pelindo I dalam menekan dwelling time dan menghapus pungli. "Bahwa dengan isu dwelling time, saya ingatkan bea cukai jangan mengurangi jalur merah. Barang yang seharusnya masuk jalur merah tetap harus masuk jalur merah.

Jadi TPFT ini adalah salah satu effort dari PT Pelindo I untuk menekan dwelling time dan menghapus pungli dan juga mensupport BC dan karantina agar pemeriksaan lancar dan cepat, dan juga mensupport program pemerintah agar karantina berada di pintu depan sebelum penyelesaian bea masuk," katanya. (A15/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru