Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Puluhan Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Kencang

Maraknya Galian C, Pemprovsu Diingatkan Potensi Banjir Bandang

- Sabtu, 01 Oktober 2016 11:22 WIB
115 view
Maraknya Galian C, Pemprovsu Diingatkan Potensi Banjir Bandang
Medan (SIB) -Cuaca ekstrem berupa hujan lebat  yang terjadi merata di berbagai daerah di Sumut sebulan terakhir, baik masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan waspada dengan potensi terjadinya bencana alam semisal banjir bandang. Hal itu dikatakan aktivis lingkungan hidup Walhi Institut Kusnadi kepada wartawan,saat ditemui di Medan,Jumat (30/9).

Dijelaskan Kusnadi, aktivitas penambangan galian C berupa penggalian material pasir, tanah dan batu yang secara besar-besaran terjadi di berbagai kabupaten-kota di Sumut, dikhawatirkan menjadi pemicu bencana alam banjir bandang.

"Maraknya aktivitas galian C yang merusak kawasan serapan air dan pohon yang ada di atas lahan pengerukan galian membuat dataran kita tidak siap menampung volume air yang besar karena terjadinya peningkatan intensitas hujan", ujarnya.

Menurutnya, Pemprovsu hingga saat ini tidak melakukan aktivitas apa pun untuk mengendalikan penambangan. Padahal, dampaknya baik kepada lingkungan dan masyarakat sudah kelihatan.

Rusaknya permukaan tanah akibat pengerukan dengan alat berat dan hilangnya kawasan hijau merupakan dampak kerusakan lingkungan yang sudah terjadi, sementara itu, untuk masyarakat sendiri aktivitas pengangkutan material galian menggunakan mobil dengan tonase besar menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan."Seperti yang terjadi di Binjai, setiap hari masyarakat memblokir jalan akibat jalan berlubang", urainya.

Oleh karena itu, menghadapi cuaca ektrem yang terjadi sekarang, Walhi Institut mengingatkan Pemprovsu agar segera memoratorium (penghentian pengeluaran  izin) untuk menambang galian C. Selain itu, aktivitas pelaku tambang yang memiliki izin di lokasi, juga harus diperiksa."Apakah sesuai amdal atau tidak", katanya.
Puluhan Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Kencang

Sementara itu, puluhan rumah warga di kawasan Pasar 3 dan Pasar 4, Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli sekitarnya, rusak dihantam angin kencang disertai hujan deras, Kamis malam (29/9). Selain itu, angin kencang juga merusak tanaman padi milik warga yang mulai menguning. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka.

Salah seorang warga, Totok kepada wartawan Jumat (30/9) mengatakan, angin kencang disertai hujan lebat mulai melanda kawasan Mabar Hilir sekira pukul 19.30 WIB.

"Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah, rabung berikut seng rumah terangkat dihantam angin puting beliung," jelas Totok.

Warga juga mengatakan, sedikitnya 50 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap atau seng.

Hingga Jumat sore, masing-masing warga terlihat masih berupaya memperbaiki kerusakan rumah mereka dengan bantuan para kerabatnya.

Pada sisi lain, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Medan sekitarnya pada Kamis malam, di kawasan Pasar 4, Mabar Hilir, air hujan juga menggenangi ruas dan badan jalan serta pemukiman penduduk. (A32/A8/l/y) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru