Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Tertimpa Batang Pohon, Maria Siregar Dilarikan ke IGD RS Pirngadi

- Kamis, 10 November 2016 10:57 WIB
238 view
Tertimpa Batang Pohon, Maria Siregar Dilarikan ke IGD RS Pirngadi
Medan (SIB)- Akibat tertimpa batang pohon yang tiba-tiba patah di Jalan HM Yamin atau tepatnya di depan RSUD Dr Pirngadi Medan, Maria Gabriela Siregar (51) warga Jalan Garuda IV, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan terpaksa dilarikan ke IGD RS Pirngadi Medan, Rabu (9/11).

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, peristiwa itu berlangsung ketika korban bersama keponakan perempuannya melintas dengan sepeda motor. Namun tiba-tiba batang pohon besar yang berada di luar pagar RS Pirngadi patah dan menghantam korban.

Akibatnya, korban seketika terjatuh ke jalan. Warga sekitar melihat kejadian langsung berupaya menyelamatkan korban yang sudah berlumuran darah dan mengevakuasinya ke IGD RS Pirngadi untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Tadi korban sedang melintas, lalu batang pohonnya patah dan mengenai korban," kata Bripka Erwin Lingga, petugas keamanan RSUD Dr Pirngadi Medan kepada wartawan.

Sementara, Tigor salah seorang warga sekitar mengaku, masyarakat memang sudah mengeluhkan keberadaan pohon yang berada di luar areal rumah sakit tersebut. Bahkan, Tigor mengatakan, pada Senin (7/11) lalu, warga sudah menyampaikan keluhannya ke Dinas Pertamanan Kota Medan, guna memohon untuk dilakukan penebangan.

"Sudah kita sampaikan, tapi belum ada tanggapan. Kita meminta penebangan ini karena kalau mobil truk melintas batangnya selalu terkena. Kita takut, bakal ada korban karenanya," jelasnya.

Masih di rumah sakit, keponakan korban tak kuasa menahan kesedihannya atas kejadian yang menimpa mereka. Ia hanya bisa menangisi bibi (bou) nya yang berbaring tak berdaya saat mendapatkan perawatan dari tim dokter.

"Saya keponakannya dari Jambi. Tadi rencananya kami mau jalan-jalan ke pasar, tapi malah kecelakaan. Saya gak ada luka, tapi badan saya sakit semua," sebutnya.

Anak korban, Pdt Theo Sibarani saat ditemui menyesalkan peristiwa yang menimpa ibunya itu. Ke depan, kata dia, pihak keluarga akan melaporkan kejadian ini ke Dinas Tata Kota. "Kami mau minta respon dari Tata Kota. Kita harap kejadian serupa tidak terjadi lagi,  apalagi sampai menimbulkan korban," tuturnya. (A18/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru