Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026
Kodrat Shah Pimpin MPW PP Sumut

Japto Tidak Ingin Pemuda Pancasila di Sumut Berkelahi Rebutan Lahan

* Harus Bisa Hidup Berdampingan dengan Pihak Lain
- Senin, 06 Maret 2017 12:30 WIB
3.370 view
Japto Tidak Ingin Pemuda Pancasila di Sumut Berkelahi Rebutan Lahan
SIB/Oki Lenore
PUKUL GONG: Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung memukul gong tanda dibukanya Muswil XIII Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Sabtu (4/3) di Asrama Haji, Medan, disaksikan Ketua Umum MPN PP Japto S Soerjosoemarno beserta unsur pimpinan MPN PP Ir Piala Simanjun
Medan (SIB)- Kodrat Shah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Sabtu (4/3) pada Musyawarah Wilayah (Muswil) XIII di Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan Johor.

Muswil dibuka Pangdam I BB Mayjend TNI Lodewyk Pusung didampingi Ketua Dewan Pembina MPN PP Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Japto Soelistyo Soerjosoemarno SH, Sekjen TM Nurlif, Wakil Sekjen Ir Piala Simanjuntak, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih, Ketua PMI Sumut Dr H Rahmat Shah, Pembina PP Sumut Sakhyan Asmara, sejumlah pengurus partai seperti Ir Ronald Naibaho dari Partai Demokrat, anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan dan lain-lain.

KONFLIK LAHAN
Dalam arahannya, Japto berharap keberadaan PP di NKRI bisa mencakup seluruh organ bangsa, tidak sepotong-sepotong. Pemikiran pengurus PP harus bisa diandalkan negara. Belakangan ini dia melihat banyaknya konflik PP dengan organisasi lain dalam merebutkan lahan. Dia menegaskan, itu tidak boleh lagi terjadi,  tapi harus bisa sama-sama hidup di dalam satu rumah di Sumatera Utara. PP jangan membiarkan ada orang kelaparan, justru harus menyelamatkan agar tidak mati kelaparan.

"Warga PP harus bisa makan sepiring dengan orang lain, atau membagi sedikit nasi dari piringnya, minimal beberapa sendok dari piringnya agar orang lain tidak kelaparan. Jiwa kegotong-royongan itulah yang memang dimiliki warga PP, agar orang  bisa bertahan hidup. Tidak perlu lagi perang memerebutkan lahan. Kita harus bisa hidup berdampingan dengan damai bersama yang lain," tuturnya.

Pria yang sudah memimpin MPN PP selama 26 tahun ini menegaskan kepada pengurus PP harus bisa mengakomodir semua kekuatan, dari yang rendah sampai tinggi, dari tukang beca sampai pejabat dan pengusaha dan yang paling penting pemimpin PP itu harus jujur. Tidak zamannya lagi Ketua PP itu harus seorang preman dan ditakuti banyak orang. Citra PP yang baik dan intelektual harus dikembalikan.

"Tahun 1987 ke atas, ketua ranting sudah harus yang D3, minimal pengusaha dan memiliki massa dan harus bisa membina orang menjadi baik. Saya contohkan kotoran hewan dicampur tanah dan kompos bisa diproses menjadi pupuk dan dikemas dengan baik. Presiden sendiri kalau membuat acara menanam pohon pasti menggunakan pupuk kompos. Makanya, pemimpin PP harus bisa memproses "kotoran" di jalanan menjadi orang baik," katanya.

SECARA AKLAMASI
Dalam Muswil seluruh Majelis Pengurus Cabang (MPC) di 33 kabupaten/kota menerima pertanggung-jawaban Kodrat Shah dan secara aklamasi memercayakan adik tokoh masyarakat Sumut H Anif ini memimpin MPW PP Sumut lima tahun ke depan.

Kodrat Shah sebelumnya dipercaya menjadi Pelaksana Harian Ketua MPW PP Sumut setelah ketua sebelumnya Anuar Shah alias Aweng, adik kandung Kodrat Shah, meninggal dunia. Pada Muswil Luar Biasa yang digelar di Hotel Danau Toba Internasional 30 April 2016 lalu dia terpilih untuk meneruskan sisa periode kepengurusan adiknya Aweng.

Pada bagian lain, Japto juga mengingatkan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila baik itu MPW, MPC, Ranting dan Anak Ranting se Sumut agar Muswil atau musyawarah lainnya jangan dijadikan euforia kesenangan dan menghabiskan biaya. Kemudian menunggu-nunggu siapa yang terpilih jadi ketua. Padahal Muswil harus melalui rangkaian yang panjang, dimulai dari Anak Ranting, Ranting sampai MPC. Apa yang dibicarakan di musyawarah di ribuan anak ranting harus dibawa pada Muswil dan dirumuskan dalam program ke depan.

"Rekomendasi dari bawah sangat perlu, apa masalah dan kebutuhan di kecamatan. Bagaimana program peningkatan pengurus dan anggota, peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya, apakah sudah mendapat pekerjaan yang layak. Itu yang harus dibahas dalam Muswil, bukan hanya ngumpul-ngumpul, hura-hura dan makan-makan," tegas Japto. (A10/c)



Edit uk 3kol 0Foto 1:
PUKUL GONG: Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung memukul gong tanda dibukanya Muswil XIII Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Sabtu (4/3) di Asrama Haji, Medan, disaksikan Ketua Dewan Pembina MPN PP Japto S Soerjosoemarno beserta unsur pimpinan MPN PP Ir Piala Simanjuntak, Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, Deputi Menpora RI Sakhyan Asmara, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Ketua Srikandi PP Sumut Dra Ade Rosda SE, Ketua MPN Masyarakat Pancasila Indonesia Maherban Shah, Ketua Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan, Drs Binsar Simatupang MM. (Foto: SIB/Oki Lenore)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru