Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 23 Oktober 2026

Tergelincir di Sungai Denai, Zunidar Ditemukan Tewas di Sungai Bagan Percut

- Kamis, 06 April 2017 14:47 WIB
431 view
Medan (SIB)- Seorang ibu rumah tangga (IRT), Zunidar (53) warga Pasar V Tembung, Percut Sei Tuan tergelincir ke Sungai Denai hingga terbawa arus deras saat mencuci kaki di pinggir sungai di kawasan Jalan Panglima Denai, Selasa (4/4). Korban akhirnya ditemukan warga dengan kondisi sudah tak bernyawa lagi dan tubuh terapung di sungai Bagan Percut, Percut Sei Tuan, tepatnya di Paluh 80, Rabu (4/4) siang.

Keterangan yang dihimpun SIB, sebelum korban tergelincir di Sungai Denai, Selasa sekira pukul 15.00 WIB, IRT tersebut sedang mencari tumbuhan liar di Jalan Panglima Denai, yang nantinya dipergunakan untuk obat suaminya yang sakit. Tiba-tiba Zunidar tergelincir ke sungai dan tubuhnya langsung terbawa arus sungai yang cukup deras.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut kemudian melaporkannya ke warga yang lain. Selanjutnya warga bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban di sekitar lokasi namun korban tak ditemukan. Warga selanjutnya melaporkannya ke Polsek Medan Area dan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, lalu diteruskan ke Tim Search And Rescude (SAR) Medan.

Atas laporan tersebut polisi dan BPBD dan Tim SAR langsung turun ke lokasi guna melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet. Hingga larut malam dilakukan pencarian, jenazah korban tak ditemukan dan akhirnya pencarian dihentikan sementara. Rabu pagi pencarian dilanjutkan, namun korban tetap tak ditemukan. Sekira pukul 12.00 WIB, mayat Zunidar ditemukan oleh sejumlah nelayan, dengan posisi mengapung di sungai Bagan Percut tepatnya di Paluh 80. Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan, yang saat itu juga berkoordinasi dengan Polsek Medan Area.

Tak lama BPBD Kota Medan dan Tim SAR beserta keluarga korban tiba di lokasi penemuan mayat. Lalu jenazah yang saat itu masih mengapung di sungai, langsung diangkat ke darat. Di saat bersamaan anak korban, Zulhendri (32) dan Mardiansyah (23) melihat wajah korban guna memastikan apakah mayat itu ibu mereka atau bukan. Kedua anak korban sontak berteriak histeris, lantaran jenazah tersebut adalah ibu mereka.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Jonathan Hutagalung ketika dikonfirmasi mengatakan pihak keluarga menolak jika korban dibawa ke rumah sakit guna divisum. (A17/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru