Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Maret 2026
BBPJN-II Sumut-Riau Gelar Halal Bi Halal dan Expos Evaluasi Arus Mudik Lebaran

Armada Truk Ganggu Arus Mudik Lebaran, Hujan Deras Timbulkan Titik Kritis

- Sabtu, 08 Juli 2017 17:18 WIB
391 view
Medan (SIB)- Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II menilai ada pihak yang 'kebobolan' dalam kebijakan operasional angkutan di masa Lebaran, sehingga arus lintas mudik dan balik pada hari H-7 maupun H+7 Lebaran 2017 terganggu dan menimbulkan 'titik kritis' akibat beroperasinya truk-truk besar yang mengangkut barang-barang non-kebutuhan pokok.

Kepala BBPJN-II Ir Paul Ames Halomoan Siahaan MSc bersama Kepala Bidang Pengujian dan Pembangunan BBPJN-II Ir Jon Sudiman Damanik MM, menyebutkan gangguan berupa titik kritis pada hari-H Lebaran 2017 itu juga terjadi akibat faktor cuaca atau terjadinya hujan deras yang menyebabkan tumbangnya sejumlah pohon besar di kawasan berbukit pada lintas Berastagi, Sidikalang, Kutabuluh.

"Secara umum, situasi arus mudik dan arus balik di masa Lebaran 2017 ini lebih baik dari masa Lebaran tahun 2016 lalu. Arus dan volume kendaraan dari dan ke Bandara Kuala Namu, tidak lagi macat pada gerbang tol Amplas hingga simpang terminal Amplas. Tapi memang ada 'titik kritis' yang timbul karena beroperasinya truk-truk pengangkut barang non-kebutuhan pokok selama H-7 dan H+7, dan juga akibat pepohonan tumbang terkena hujan deras pada sejumlah lintasan di sepanjang Jalan Berastagi-Sidikalang-Kutabuluh," ujar mereka kepada SIB di Medan, Kamis (6/7).

Mereka memaparkan hal itu dalam acara halal bi halal keluarga besar BBPIN II Medan (Sumut-Riau) di aula Asrama Haji Medan, yang dihadiri para pimpinan dan staf serta keluarga dari BBPJN Sumut dan BBPJN Riau. Acara berlangsung meriah dan khidmat yang diwarnai hiburan yang melibatkan Kepala BBPJN dan para pimpinan Satker serta pimpinan PPK-Pokja.

Usai halal bi halal, BBPJN-II langsung menggelar rapat kordinasi (Rakor) pada malam harinya di aula BBPJN-II. Hadir para kepala Satker, PPK, Pokja-Pokja dari kantor BBPJN Sumut dan Riau, antara lain kepala BBPJN Riau Ir Bambang Pardede bersama pimpinan Satker Ir Alvian Batubara dan Ir Alamsyah Mundom. Dari jajaran BBPJN Sumut hadir Ka Satker Wilayah I Rikwanto Marbun ST, Zamzami Subardi, Sugeng Gunadi, PPK Jalan Lingkar Samosir Ir Karyawanta Sembiring, PPK Jembatan Sei Wampu Ronald Pangaribuan, Ka Satker P2JN Juara Siahaan, PPK Metro Tulus Manurung, dan lainnya.

Selain masalah progres pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan di wilayah BBPJN-II selama tahun anggaran 2016-2017 dan rencana usulan anggaran pada 2018, rapat kordinasi itu juga membahas progress fisik dan keuangan dalam proses pencapaian status kemantapan jalan nasional di Propinsi Sumatera Utara saat ini.

"Panjang jalan nasional di Sumut saat ini 2.632,22 kilometer, dengan posisi kemantapan jalan pada akhir 2016 mencapai 81.39 persen. Kemantapan jalan pada jalur lintas timur 96,18 persen dan kemantapan jalan pada jalan lintas utama (arteri primer) sebesar 89 persen dari total 1.142 kilometer karena masih terdapat kerusakan sepanjang 33,5 kilometer. Tapi kondisi jalan ini secara umum sudah lebih baik sehingga arus lintas mudik dan balik selama Lebaran tampak lancar, bahkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Jon Sudiman Damanik, yang dibenarkan kepala BBPJN-II Paul Siahaan.

Kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 itu, ujar mereka, didukung fungsional jalan tol Trans Sumatera di Sumut sepanjang 52 kilometer. Misalnya jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi-Sei Rampah sepanjang 41,6 kilometer, dan jalur tol Medan-Binjai pada ruas Helvetia--Semayang sepanjang 6,18 kilometer, dan Semayang-Binjai 4,28 kilometer.

Secara khusus, Jon Sudiman Damanik menambahkan kelancaran arus mudik dan balik di masa Lebaran tahun ini juga didukung operasional pasca selesainya pembuatan jalur buka-tutup (run on--run off) pada ruas jalan layang (fly over) Amplas. (A04/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru