Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Kapoldasu Tinjau Kotapari Sergai Kerap Jadi Pintu Masuk" Narkoba ke Sumut

- Minggu, 23 Juli 2017 14:27 WIB
546 view
Kapoldasu Tinjau Kotapari Sergai Kerap Jadi Pintu Masuk
SIB/Roy Marisi Simorangkir
INTERAKSI DENGAN WARGA: Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw berinteraksi langsung dengan beberapa warga masyarakat pinggir pantai di Dusun III, Desa Kotapari, Kecamatan Pantaicermin, Sergai, Sabtu (20/7).
Medan (SIB)- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menyatakan, Poldasu dan jajarannya akan memerangi peredaran Narkoba di Sumut. Komitmen tersebut dinyatakan Kapoldasu didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto dan sejumlah pejabat utama Poldasu, Kamis (20/7), saat meninjau langsung jalur Pantai Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang kerap dimanfaatkan sindikat pengedar Narkoba internasional sebagai pelabuhan tikus untuk menyeludupkan Narkoba ke Sumut.

Dikatakan, peninjauan langsung dengan mengikutsertakan wartawan di salah satu lokasi penyeludupan Narkoba melalui jalur pantai di Dusun III, Desa Kotapari, Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Sergai itu dilakukan sebagai upaya untuk mengecek sekaligus menganalisia secara langsung kondisi lokasi dan masyarakat di sekitarnya.

"Melalui diskusi dengan pejabat utama Poldasu dan BNN, kasus penyeludupan Narkoba jaringan internasional yang kemarin diungkap merupakan pukulan bagi kita semua. Karena itu, peninjauan ini dilakukan untuk mengecek sekaligus menganalisis secara langsung salah satu lokasi yang menjadi pintu masuk Narkoba, khususnya dari Malaysia," ujarnya saat meninjau Pos Sat Polair Polres Sergai dengan kondisi tak terawat yang berada sekira 300 meter dari lokasi.

Disebutkan, penyeludupan Narkoba di jalur pantai Sumut yang merupakan upaya pelemahan generasi penerus bangsa itu, harus menjadi tanggung-jawab semua pihak serta diatensikan sebagai tantangan yang harus dihadapi secara serius oleh pihaknya dan instansi terkait lainnya. Menurutnya, lemahnya generasi penerus bangsa nanti akibat Narkoba, merupakan akibat dari kesalahan fatal bila pihaknya dan semua pihak terkait tak sanggup mengatasi penyeludupan Narkoba saat ini.

"Artinya, saya berkomitmen serius menangani praktik penyelundupan Narkoba dan menganggap hal ini sebagai tantangan, tentu dengan mengharapkan peranserta semua pihak seperti BNN, Muspida dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya

Dijelaskan, pasca penangkapan Aiptu Suheryanto yang diduga terlibat sindikat pengedar Narkoba internasional, pihaknya telah melakukan kajian dan sepakat untuk memerangi penyeludupan dan peredaran Narkoba bersama pemerintah terkait. Diakui, pihaknya telah menerima banyak informasi tentang peredaran dan masuknya Narkoba jaringan internasional ke wilayah Sumut.

Setelah mengecek tempat kejadian seperti pantai itu, pihaknya akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan penindakan nanti. Diakui, minimnya personil serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, menjadi kendala mencegah Narkoba masuk ke Sumut melalui wilayah Pantai Sergai yang luasnya mencapai 51 Km itu.

"Panjang batas Pantai Sergai sekira 51 Km, belum termasuk batas pantai wilayah lain seperti Tanjungbalai dan lainnya. Saya sebagai Kapolda berkomitmen akan serius mencegah dan mengantisipasi masuknya Narkoba ke Sumut. Ke depannya, Poldasu bersama pemerintah akan meningkatkan sistem pengamanan dan pengawasan di wilayah perairan, didukung penambahan jumlah personil dan kelengkapannya," tegasnya.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, mantan Kapolda Papua itu menyempatkan diri berinteraksi dengan warga sekitar yang ditemui di pinggir pantai Dusun III, Desa Kotapari, Kecamatan Pantaicermin, Sergai. Kepada warga yang didominasi ibu rumah tangga dan anak-anak itu, Paulus berharap masyarakat bisa lebih terbuka dan setiap saat memberikan informasi tentang aktivitas atau keberadaan orang asing di daerah itu.

"Saya pesankan kepada wakil bupati, agar menyosialisasikan dan menyampaikan ajakan kami kepada masyarakat. Anggota di lapangan terbatas dan tak sebanding dengan panjangnya wilayah. Keikutsertaan masyarakat tentu akan menjadi tambahan kekuatan bagi kami untuk menghentikan penyeludupan Narkoba," harapnya.

Sebelumnya, BNN bersama Poldasu dan Bea Cukai menggagalkan peredaran 44 Kg sabu-sabu asal Malaysia yang masuk melalui wilayah perairan Sergai, Dusun III, Desa Kotapari, Kecamatan Pantaicermin, Sabtu (15/7). Selain menangkap oknum Sat Polair Polres Sergai Aiptu Suheryanto yang diduga berperan sebagai pengendali di lapangan, petugas juga menembak mati dua dari 10 tersangka yang diamankan karena melawan dan berusaha melarikan diri. (A15/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru