Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Akademisi: Pemalakan Hambat Pembangunan Pariwisata

- Senin, 31 Juli 2017 13:50 WIB
512 view
Medan (SIB) -Akademisi ilmu hukum Universitas Sumatera Utara Prof Dr Syafruddin Kalo menyebutkan bahwa pemalakan atau praktik pungutan liar (pungli) di lokasi pariwisata, menghambat pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah.

"Pungli yang dilakukan sekelompok pemuda sangat disesalkan, karena tidak hanya merugikan pengelola lokasi pariwisata, tetapi juga wisatawan dan masyarakat," katanya di Medan, Sabtu (29/7).

Sehubungan dengan itu, menurut dia, aksi premanisme atau pemalakan di tempat-tempat wisata di sejumlaah daerah Provinsi Sumut harus diberanta n hingga ke akar-akarnya sehingga tidak sampai mengganggu perekonomian masyarakat.

"Keberhasilan pembangunan pariwisata di daerah, sangat menentukan kemajuan perekonomian masyarakat," ujar Syafruddin.

Karena itu, katanya, Dinas Pariwisata harus bekerja sama dengan Polres setempat untuk menertibkan praktik pungli yang merugikan pengelola objek wisata dan para pengunjung.

"Yang namanya tempat wisata di manapun berada, harus aman, tenang, tertib dan tidak meresahkan masyarakat setempat maupun pengunjung," ucapnya.

Syafruddin menambahkan, aksi premanisme yang terjadi di objek wisata harus diberantas aparat keamanan, jangan sampai sepeti dibiarkan merajalela.

Wisatawan yang diperas oleh sekelompok pemuda di lokasi wisata, dapat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek atau Polres. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru