Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Duta Anti Narkoba Binjai Mendapat Applaus di Malam Budaya Manusia Bintang

- Senin, 31 Juli 2017 16:55 WIB
446 view
Duta Anti Narkoba Binjai Mendapat Applaus di Malam Budaya Manusia Bintang
SIB/Erwin
FOTO BERSAMA : Irwansyah alias Wak Ong Bersama 9 orang Manusia Bintang foto bersama di Hotel Arya Duta Jakarta, usai menerima penghargaan.
Binjai (SIB) -Duta anti narkoba asal Kota Binjai, Irwansyah alias Wak Ong tampil menggebrak panggung Malam Budaya Manusia Bintang 2017 yang digelar Kantor Berita Politik Rakyat Merdeka Online (RMOL.CO) di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (29/7) malam.

Wak Ong Tampil bersama 9 orang "manusia bintang" Indonesia lainnya, mendapat tepuk tangan terbanyak setelah menyampaikan kritik pedasnya mengenai kendala pemberantasan narkoba di Indonesia.

Ungkapan polos Wak Ong ini mendapat aplaus sangat meriah dari seluruh warga yang hadir. Bahkan tokoh nasional Agus Harimurti Yudhoyono secara khusus menjabat tangannya sesaat setelah ia turun dari panggung usai menerima penghargaan pada kategori Golden Personality Award.

Agus Yudhoyono juga menjelaskan peran seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan narkoba yang kini masuk menjadi perhatian secara nasional. Sebagai tokoh muda, ia berharap keteladanan Wak Ong akan menular kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

"Narkoba menjadi masalah bersama, dan harus diberantas secara bersama agar berhasil. Dibutuhkan semangat patriotisme seperti Wak Ong untuk membuatnya berhasil," demikian Agus Yudhoyono.

Sementara itu, sesampainya Irwansyah alias wak Ong di Kota Binjai sebagai duta anti narkoba bersama Tropi penghargaan yang diperolehnya dari Jakarta, langsung diarak keliling Kota Binjai. Masyarakat yang menunggu kehadiran Wak Ong di Binjai tak hentinya memberikan  ucapan selamat.

Banyak yang bilang 'ayo perangi' narkoba, tapi melaporkan pengedar dan pemakai narkoba kepada aparat saja takut. Ayo berani demi generasi bangsa Indonesia," kata Wak Ong yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ayam potong ini.

Dengan polosnya, pria yang selalu mengampanyekan anti narkoba menggunakan uang hasil menjual ayamnya tersebut juga mengkritik masih munculnya oknum-oknum aparat yang kerap terlibat memuluskan peredaran narkoba.

"Saya rakyat jelata tinggal dipinggir sungai dan saya tidak ingin generasi kita dijajah lagi dengan pembodohan menggunakan narkoba. Ayo aparat, jaga negara kita ini jangan justru ikut membodohkan generasi," ujarnya.

"Narkoba ini jadi alat menjajah kita oleh bangsa lain. Saya nggak mau dijajah lagi, aparat yang ikut memakai (narkoba) berarti sudah dijajah," tambahnya. (A25/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru