Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

RDP Komisi C dengan Pedagang Jalan Bulan dan PD Pasar Ricuh

* Pimpinan RDP Tutup Rapat Tanpa Kesimpulan
- Selasa, 01 Agustus 2017 11:36 WIB
414 view
RDP Komisi C dengan Pedagang Jalan Bulan dan PD Pasar Ricuh
SIB/Desra Gurusinga
RICUH : RDP yang digelar Komisi C DPRD Medan dengan mengundang pedagang Jalan Bulan, PD Pasar dan beberapa instansi lainnya berakhir ricuh, Senin (31/7).
Medan (SIB) -Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi C DPRD Medan dengan para pedagang Jalan Bulan dan PD Pasar Medan, Bagian Perlengkapan dan lainnya, Senin (31/7) berakhir ricuh dan pimpinan rapat, Zulkifli Lubis akhirnya menghentikan RDP tanpa keputusan apapun.

Kericuhan bermula saat salah seorang pria yang mengaku sebagai kuasa pedagang menyampaikan pendapatnya dengan nada tinggi dan terlihat emosi. Sejumlah petugas keamanan DPRD yang mengawal persidangan sudah berulangkali memperingatkan pria tersebut namun tidak digubris.

Bahkan pria tersebut juga melontarkan kata-kata bernada tinggi terhadap anggota dewan yang memimpin rapat, sehingga terpaksa diperingati pimpinan rapat agar berlaku tenang dan tidak usah emosi. Namun pria tersebut tetap saja melontarkan kata-kata yang dianggap pimpinan rapat membuat suasana tidak kondusif lagi.

Akibatnya, sejumlah petugas keamanan memaksa pria tersebut diam atau akan dipaksa keluar dari ruang rapat Komisi C. Pria tersebut tetap bertahan seraya mengatakan, tidak ada yang bisa memaksanya keluar dari ruangan itu karena gedung tersebut adalah milik rakyat. Hal itu juga disambung salah seorang pedagang wanita yang hadir dan menyatakan bahwa DPRD sudah tidak lagi memihak rakyat tapi memihak Pemko Medan.

Melihat suasana tidak lagi kondusif, pimpinan rapat Zulkifli Lubis bersepakat dengan anggota DPRD Komisi C lainnya, Kuat Surbakti SSos untuk menutup RDP dan membubarkan para undangan yang hadir.

Minta Direlokasi
Awalnya RDP berlangsung dengan baik, dimana pimpinan rapat mempersilahkan perwakilan pedagang menyampaikan keluhannya. Dalam kesempatan itu, pewakilan pedagang menyatakan mereka bersedia direlokasi ke beberapa tempat seperti lokasi RRI Jalan Bintang atau Gedung Olahraga/Juang 45 Jalan Sutomi, Pasar Sambu Terminal Bawah atau Terminal Jalan Bulan.

Pedagang juga menyatakan, mereka merupakan pedagang resmi yang memiliki SK. Pedagang juga bersedia membayar retribusi berlipat ganda dari yang sekarang asal diberi relokasi yang layak dan bersedia mengikuti aturan yang ditetapkan Pemko Medan.

Para pedagang juga mempertanyakan penggusuran yang dilakukan Pemko Medan melalui Satpol PP yang dirasakan sangat tidak manusiawi. Karena para pedagang berjualan di sana bukanlah pedagang liar.

Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya yang hadir dalam RDP itu mengatakan beberapa pedagang sudah menyatakan bersedia direlokasi, ada di Jalan Halat, Pasar Induk dan Pasar Sambu. Ini sudah merupakan program Pemko Medan, ujarnya seraya menyatakan pihaknya sudah mengumpulkan beberapa pedagang rempah-rempah dan diberi waktu 2 minggu agar pindah, kalau tidak kartu pedagangnya "hangus."

Namun karena mereka pedagang lama, PD Pasar memberikan tempat relokasi kepada mereka. Para pedagang buah, juga diberi tempat di Pasar Sambu karena mereka adalah pedagang pengecer. "Di sana, sementara mereka ditempatkan di Pasar Sambu, ujar Rusdi lagi.

Jalan Bulan akan dinormalisasi menjadi jalan, bukan seperti isu akan dibuat tempat kuliner atau lainnya. Kalau ke tempat yang diusulkan para pedagang agar pindah ke RRI, Sinuraya menyatakan itu bukan domain PD Pasar, jadi tidak mungkin dipindahkan ke sana.

Terkait pemindahan sementara di Pasar Sambu, para pedagang mengatakan lokasi sementara itu tidak layak untuk tempat berdagang. Rusdi mengatakan, pasar itu sudah dizonasi, dipisah yang berdagang daging babi dengan pedagang lainnya dan sambil berjalan akan diperbaiki hingga layak.

Mendengar banyaknya argumen dari para pedagang, Zulkifli menyatakan pihaknya akan meninjau langsung pasar itu agar mengetahuinya lebih jelas. Namun sebagian pedagang menyatakan untuk apa dewan meninjau karena tempat berjualan mereka di Jalan Bulan sudah diporak-porandakan Pemko Medan. Karena banyaknya perdebatan yang memicu kericuhan, akhirnya pimpinan RDP menutup rapat tanpa kesimpulan. (A13/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru