Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Wagubsu Sampaikan Persoalan Narkoba kepada Peserta Sespimti

- Rabu, 02 Agustus 2017 11:13 WIB
355 view
Medan (SIB) -Wakil Gubernur Sumatera Utara Hj Nurhajizah Marpaung menyebut persoalan peredaran narkoba sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu dicarikan solusinya segera.

Hal itu disampaikan Wagubsu dalam acara kunjungan Kuliah Keja Dalam Negeri Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (KDN Sespimti) Polri Dikreg ke-26 tahun 2017 di Kantor Gubsu, Selasa (1/8).

Nurhajizah mengatakan, penyalahgunaan narkoba sudah merusak sendi kehidupan dan sangat merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

Wakil Gubsu yang memiliki tugas di bidang investasi menjelaskan, bahwa penyalahgunaan narkoba ikut memberi dampak pada persoalan keamanan, sehingga mempengaruhi minat berinvestasi di Sumut.

"Saya sudah menyampaikan ini kepada Pak Kapolda, bahwa peredaran narkoba yang marak menyebabkan kondisi keamanan dan ketertiban terganggu. Banyak investor kita yang mengeluhkan persoalan keamanan," katanya.

Dia menyebutkan saat ini ada banyak jalur di perairan Sumut yang menjadi pintu masuk penyeludupan barang haram. Karenanya diminta para peserta Sespimti bisa memberi jalan keluar dan masukan terhadap persoalan tersebut, sehingga ke depan kondisi Sumut lebih baik. 

Dalam kesempatan itu dilaksanakan pembahasan dan diskusi antara peserta dengan SKPD Provsu. Pertemuan dipimpin Assisten I Jumsadi Damanik dan Kombes Pol Drs Muharrom Riyadi.

Muharrom Riyadi mengatakan, perkembangan ekonomi global telah memberi pengaruh.

Diakuinya, di Sumut serangan narkoba memang lebih berat, di mana bukan hanya kepada masyarakat, namun juga kepada aparat. "Ini termasuk keprihatinan kita. Kapolri sudah menegaskan akan menindak aparat yang terlibat," katanya.

Sementara Kepala Badan Kesbangpolinmas Suryadi Bahar mengatakan, letak provinsi Sumut yang strategis memang memberi peluang masuknya barang haram ke Sumut. Bukan hanya Tanjungbalai, menurutnya di daerah perbatasan lainnya juga muncul jalur-jalur pintu masuk barang haram. Salah satu hambatan dalam pengawasannya adalah panjang pantai dan minimnya sarana prasarana.

Dijelaskan Suryadi, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi sudah menginfokan akan membantu pengadaan kapal cepat kepada Airud, sebagai dukungan Pemprov Sumut terhadap upaya pemberantasan penyeludupan.

Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Sumut, jelasnya, terus dilakukan pihak terkait. Di antaranya Sumut adalah provinsi pertama membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satgas P4GN). Selain itu, Pemprovsu beserta DPRD SU menyusun Perda pencegahan peredaran narkoba.

Turut hadir Tim Pendamping Brigjen Pol Drs JB Gebana, Brigjend Pol Drs Djoko Turohman MH, Kombes Pol Drs Abdi Dharma SH dan Kombes Pol Drs Rajim Asianto. Adapun peserta KKDN di Sumut terdiri dari 11 orang perwira tinggi Polri dan TNI di antaranya mantan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin.

Adapun jumlah seluruhnya peserta Sespimti ke-26 adalah sebanyak 61 orang, berasal dari enam provinsi, di mana di antaranya ada 5 orang perwira TNI. Kegiatan KDN di Sumut mengambil tema "Memantapkan kemampuan kepemimpinan yang profesional, modern dan terpercaya melalui revolusi mental, guna mengantisipasi dampak perkembangan ekonomi global dalam rangka mendukung pembangunan nasional". (A11/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru